Disiplin Positif agar Anak menjadi Bintang

61840 medium post 67233 3bab6e51 6c14 4c4b a169 91562811a7f8 2019 05 21t13 55 29.023 07 00 61841 medium post 67233 f7f0674f b268 424d 8ea8 c8bed01a5aba 2019 05 21t13 55 30.961 07 00
Hari ini, 21 Mei 2019
Selain saya, yang mewakili Yayasan Embun Surabaya, juga hadir beberapa lembaga yang selama ini melakukan perlindungan hak-hak anak serta guru-guru dan kepala sekolah yang ada di kota Surabaya
mengikuti Whorkshop Penerapan Disiplin di hotel Mercure Surabaya yang diselenggarakan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ketika fasilitator bertanya kepada kami, tentang Presepsi dan respon kami terhadap perilaku anak? Tolong berikan contoh
perilaku anak yang dianggap nakal? Sebagian dari kami mampu mendeskripsikan dengan sangat bagus perilaku anak yang kami nilai sebagai kenakalan. Kemudian fasilitator menyuguhkan pertanyaan penting untuk kami;
"Apakah pada masa kecil kita pernah melakukan "kenakalan?" Semua peserta tidak ada yg menolak bahwa kami pernah melakukan "kenakalan" pertanyaan selanjutnya apakah saat ini anda masih nakal? Tidak!
Mengapa orangtua atau kita semua yang ada dalam ruangan tidak nakal lagi? Karena kita sudah sadar. Sebelum melakukan sesuatu kita sudah memikirkannya terlebihdahulu. Kewajiban orangtua atau pendidik adalah mendorong anak untuk memiliki disiplin positif. Memfasilitasi anak agar memiliki kesadaran kritis dan memiliki pengetahuan dan ketrampilan hidup untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Sudah dilihat 40 kali

Komentar