Dikeluarkan Dari Sekolah Siswa MTS Bergas Mengadu ke Ombudsman

Header illustration
*Pers Rilis*
Rabu, 31 Januari 2018

*Dikeluarkan Sekolah, Murid Mengadu ke Ombudsman*

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Uswah Bergas, Kabupaten Semarang melakukan drop out siswa sekolah berinisial ENK (14 tahun). Pada tanggal (19/9/2017) pihak sekolah melakukan pemanggilan kepada orang tua ENK. Pada pemanggilan tersebut orang tua ENK langsung diberi surat keputusan Kepala MTs Al Uswah Bergas No 072/Mts.022/IX/2017 yang berisi bahwa ENK dikembalikan kepada orangtua (drop out) oleh sekolah tanggal 19 September 2017. Tindakan sekolah yang melakukan drop out kepada anak ENK tanpa adanya kejelasan prosedur dan alasan-alasan yang tak pernah bisa dibuktikan oleh sekolah tentu merugikan masa depan anak ENK.
Sejak di drop out dari sekolah, anak ENK mendapatkan stigma dari masyarakat di lingkungan sekitar sebagai ‘anak nakal’. Hal tersebut kemudian membuat anak ENK tidak berani lagi bersosialisasi di lingkungan sekitarnya. Keadaan tersebut tentu membuat kondisi anak ENK merasa terdiskriminasi dan menimbulkan keresahan bagi orangtua ENK atas masa depan anaknya.

Untuk mencari keadilan atas hal yang menimpa anaknya, orangtua ENK telah melakukan audiensi kepada pihak sekolah, DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana) Kabupaten Semarang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang. Namun, dari berbagai audiensi yang telah dilakukan orangtua ENK tak kunjung mendapatkan jalan keluar atas permasalahan yang diterima oleh anaknya. Pihak sekolahpun tidak mendapatkan sanksi apapun dari Pemerintah, bahkan pasca kasus drop out anak ENK, pihak sekolah diduga kembali melakukan drop out kepada siswa lain.

Tindakan sekolah yang melakukan drop out kepada siswanya tanpa adanya satu prosedur yang jelas patut diduga merupakan tindakan diskriminasi dan pembatasan akses pendidikan bagi anak ENK. Hal inipun tampak bertentangan dengan ketentuan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Sebagaimana sistem pendidikan nasional mensyaratkan penyelenggara pendidikan wajib menghormati Hak Asasi Manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara tegas menyebutkan:
“Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan beirkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”

Jika dikaitkan dengan hak anak atas pendidikan dihubungkan dengan upaya negara dalam hal perlindungan anak, hal tersebut diperjelas pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) yang secara tegas menyebutkan:
“Setiap Anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat”

Sekolah sebagai institusi perpanjangan tangan negara yang diselenggarakan untuk memenuhi hak pendidikan semestinya memiliki standar operasional yang mendukung hak pendidikan tersebut terlaksana agar tidak mendiskriminasi penyelenggaraan pendidikan oleh Sekolah. Drop out murid dengan alasan ‘tidak mampu lagi membimbing siswa’ tanpa adanya system yang jelas dari sekolah justru menampakkan adanya tindakan maladministrasi dan bahkan tidak memikirkan kebutuhan dan masa depan anak.

Madrasah Tsanawiyah tempat ENK sekolah merupakan penyelenggara pelayanan publik sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) Undang-Undang Pelayanan Publik, yaitu meliputi pelayanan barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif. Pasal 5 ayat (2) pun telah jelas menyebutkan bahwa, “Ruang lingkup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup, kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, perhubungan, sumber daya alam, pariwisata, dan sektor strategis lainnya”. Sehingga sekolah tersebut mempunyai tanggungjawab kepada publik atas segala tindakan yang dilakukannya, termasuk dalam hal melakukan drop out kepada anak ENK. Atas dasar tersebut orangtua ENK, melaporkan dugaan maladministrasi yang dilakukan oleh sekolah kepada Ombudsman Jawa Tengah.

Narahubung :
Waluyo Bhakti (Orang Tua Korban) - 085726837988
Maya (LBH Semarang) - 085715366614
Sudah dilihat 103 kali

Komentar