di Yogyakarta, ada Masjid yang wajibkan saldonya nol rupiah

11 March 2019, 05:34 WIB
4 0 103
Gambar untuk di Yogyakarta, ada Masjid yang wajibkan saldonya nol rupiah
Kepikiran nggak jika dana yang dipakai untuk kesejahteraan warga bersumber dari saldo Masjid?, dan dari dana itu warga yang kesulitan datang ke masjid bakal dibantu cari solusi agar bisa datang lagi ke masjid untuk solat berjamaah. Semisal seorang Bapak yang biasanya ke masjid tiba-tiba tidak bisa datang ke masjid lantaran kebutuhan ekonomi menyekolahkan anaknya, lalu digunakanlah sebagian saldo masjid untuk membiayai atau sekolahn anaknya tersebut dan mencarikan solusi si bapak memiliki penghasilan tambahan agar bisa kembali lagi datang ke masjid. Apa itu benar-benar ada?
Eiits.. Rupanya hal itu ada loh di Indonesia, terletak di Kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta, Masjid Jogokariyan membuat banyak solusi dari saldo keuangannya untuk warga agar bisa beribadah kembali di masjid tersebut. Selain hal diatas, ada pula bentuk kebaikan dari masjid ini, yakni penginapan untuk para mujahid, dan penggantian barang yang hilang milik umat muslim yang beribadah di masjid ini.
Jayadi Amir Abu Nabil dalam status Facebook-nya, 3 Maret 2019 lalu.
“Bagi jamaah yang kehilangan apa pun di masjid ini, baik sendal, sepeda, atau bahkan motor, maka pengurus masjid bertanggung jawab menggantinya dengan yang baru dengan merek yang sama,” begitu Jayadi memulai statusnya.
Iya juga katanya, saldo masjid harus NOL RUPIAH setiap dilaporkan ke jamaah, tidak ada yang tersisa “menganggur”.
“Uang infak dan sedekah mesti langsung tersalurkan ke jamaah.”
Di masjid ini juga ada ATM beras.
“Yang tidak mampu beli beras ke masjid saja gesek ambil beras, yang sakit ada klinik masjid gratis, ada ngopi, ngeteh gratis tiap waktu.” sambungnya.
Menariknya lagi, masjid ini buka 24 jam dan pintunya enggak boleh digembok.
Peran penting para pengrajin bantik setempat Pembangunan Masjid Jogokariyan tak bisa dipisahkan dari peran penting para pengrajin batik dan tenun yang ada di sekitar situ.
Mereka yang tergabung dalam kelompok Koperasi Batik “Karang Tunggal” dan Koperasi Tenun “Tri Jaya” di awal bulan Jui 1966 telah berhasil membeli tanah wakaf seluas 600 m2.
Tanah itulah yang kemudian menjadi cikal bakal pembangunan masjid.
Sumber:

https://kurio.co/_cVkht

  Komentar untuk di Yogyakarta, ada Masjid yang wajibkan saldonya nol rupiah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!