Di Kota Bekasi, Pajak Bumi dan Bangunan naik dari 15%--411%

51515 medium post 57886 10df9b9c 40f3 4b05 ac09 b9f42ccf7024 2019 02 26t08 46 37.843 07 00
Di Bekasi, kenaikan Pajak Bangunan capai 15 % -411%, melirik levih jelas lagi, dari pantauan beritasatu.com. Seorang warga yang memiliki tanah 424 m2 tahun 2018 membayarkan Rp 263.336. Tahun ini menjadi Rp 1.096.152 atau kenaikan sebesar 411 persen.
Lebih jelas lagi, diketahui Berdasarkan penelusuran pemilik PBB atas nama Kumpul di Kampung Nangka, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, tahun 2018 membayarkan PBB sebesar Rp 263.336. Tahun ini menjadi Rp 1.096.152 atau kenaikan sebesar 411 persen, dengan luas tanah 424 meter persegi (m2)‎.
Di tempat yang sama, atas nama Lantih‎, dengan tanah luas 40 m2, mesti membayar pajak sekitar Rp 25.000 tahun 2018 lalu dan tahun ini meningkat 100 persen lebih, menjadi Rp 56.000. Dan masih banyak lagi warga di Kota Bekasi yang alami kenaikan harga pajak tersebut, sayangnya dalam kenaikan tersebut tidak diawali dengan pemberitahuan dahulu ke warga.
"Saya sangat terkejut menerima SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) PBB tahun ini, ada kenaikan, tetapi tidak tidak ada pemberitahuan," ujar warga Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondokmelati, Linda (40), kepada Beritasatu.com, Senin (25/2).
Kenaikan pajak ini menurut Pemkot Bekasi adalah bentuk penyesuaian dengan harga nilai jual objek pajak (NJOP) dengan harga pasar atau harga jual tanah di wilayah tersebut.
"Ini kan penyesuaian antara NJOP dengan harga jual, sudah sangat jauh (perbedaannya) makanya disesuaikan," ujar Rahmat Effendi.
Selain itu, kata dia, kenaikan PBB di Kota Bekasi untuk mendongkrak peningkatan PAD dan digunakan untuk pembangunan wilayah. "Peningkatan pendapatan ini akan digunakan untuk pembangunan skala prioritas seperti tandon (kolam retensi/embung), infrastruktur, pendidikan, kesehatan," tuturnya.
Sumber:
Beritasatu.com
Sudah dilihat 72 kali

Komentar