Di Jawa tengah, pengrajin knalpot purbalingga minta kisi-kisi agar karyanya layak pakai

54389 medium post 60533 488a994c 7c46 4d5d afd6 0c828678148c 2019 03 19t07 58 07.041 07 00
Bakat dan kemampuan manusia dalam menciptakan sesuatu terkadang sulit diterima banyak orang, namun dalam mengembangkan kemampuan dalam hasilkan sesuatu seyogyanya dapat pendampingan dari beberapa pihak sehingga karya tersebut diterima baik masyarakat, begitupun hukum.
Adalah knalpot, Karya anak bangsa yang sulit diterima banyak masyarakat, dinilai bising dan mengganggu pengendara lain, knalpot buatan yang akrab dikenal racing kerap jadi buruan kepolisian, melihat hal tersebut Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah datang ke Expo (11-12/3) yang digelar pelaku UMKM se-Eks Karesidenan Banyumas memberikan titik terang bagi pembuat knalpot supaya tidak lagi was-was lantaran aksi penilangan.
Satu sisi knalpot racing mengganggu ketenangan umum karena suaranya yang bikin pengang.
Sisi lain pembuat knalpot racing adalah industri kreatif atau UMKM yang sedang disokong pemerintah.
"Knalpot buatan Pubalingga menurut saya keren, tapi saya disambati (minta tolong-red) pengrajin, kami modifikasi knalpot ini batasannya apa, polisi harus duduk bersama, ini karya yang harus dilindungi, karena ini potensi. Polisi saya harap bisa mendampingi," jelas Ganjar Pranowo lewat tweeter @humasjateng. Dari kunjunganya itu diketahui jika sebenarnya Para pengrajin knalpot kepengin tahu batasan apa supaya knalpot buatan mereka memenuhi standar, agar tidak lagi kena tilang.
Sumber:
Otomitif.com
Sudah dilihat 23 kali

Komentar