Di Brebes, Petugas Kirim Logistik Harus Seberangi 2 Sungai

27176 medium 5e6d8498 1f8f 4c26 9996 3b119861e612 169

Brebes - Sehari menjang pemungutan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah, proses distribusi logistik di Kabupaten Brebes terus dilakukan. Distribusi logistik ini tidak semuanya berjalan mudah karena ada desa yang ketaknya terisolir dan jauh dari kota. Untuk menjangkau lokasi ini, petugas harus berjalan kaki dan menyeberangi sungai.

Proses pengiriman logistik dari kantor kecamatan hingga desa sudah terlaksana pada Senin kemarin. Hari ini, Selasa (26/6/2018) distribusi dilanjutkan dari desa ke masing masing TPS. Secara umum, proses distribusi berjalan lancar meski di Brebes selatan medannya cukup sulit. Hanya ada satu TPS yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan. Proses pengiriman pun dilakukan dengan jalan kaki dan menyeberangi dua sungai.


Ketua KPU Brebes, Muamar Riza Pahlevi menjelaskan, perlu perjuangan yang cukup berat khususnya di wilayah Brebes selatan. Contohnya di Kecamatan Tonjong, Desa Kutamendala. Di desa ini ada satu TPS yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki, yaitu TPS 24 Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala.

Menurutnya untuk menuju Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala, petugas harus melalui medan yang berat dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer dan menyeberangi dua sungai, yaitu Sungai Pedes dan Glagah. Daerah ini terisolir karena jembatan penyeberangan penghubung Dukuh Gardu dan Wadas Gumantung putus.


"Daerah selatan ada beberapa desa yang letaknya cukup sulit dijangkau mobil dan harus menggunakan sepeda motor. Malah ada satu TPS di Kecamatan Tonjong yang lokasinya terisolir dan harus jalan kaki menyeberangi sungai," ungkap Riza.

Jumlah TPS di Kecamatan Tonjong sebanyak 24. Dari 24 TPS itu, ada satu yang lokasinya terisolir yaitu TPS 24. Di TPS ini tercatat ada 484 pemilih yang terdiri 250 laki laki dan 234 perempuan.


Detik.com
Sudah dilihat 31 kali

Komentar