Dentuman Meriam Penanda Buka dan Imsak

21 May 2019, 17:21 WIB
2 0 101
Gambar untuk Dentuman Meriam Penanda Buka dan Imsak
Kota Rangkasbitung Kabupaten Lebak, memiliki ciri khas tersendirti dalam memberikan tanda waktu berbuka puasa dan berakhirnya waktu sahur Dentuman meriam, tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun ini berlangsung dari Maesjid Agunbg Al,araf Rangkasbitung.

Dulu sekitar tahun 1823, dentuman meriam penanda berbuka puasa dan sahur mengandalkan meriam peninggalan belanda yang dinamai si Jagur. Kini meriam tersebut sudah dipindahkan ke museum Jakarta, karena sebagai benda cagar budaya.
Ocong, seorang Muadzin Mesjid Agung Al,Araf Rangkasbitung menuturkan, bahwa keberadaan dentuman meriam saat saat berbuka puasa di Ramadhan sepertinya tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan warga Kota Rangkasbitung.

“Dentuman meriam penanda saat berbuka puasa dan sahur, sudah menjadi tradisi di kota Rangkasbitung dan sekitarnya. Karena itu, sejak si Jagur ditarik ke museum Jakarta, para pengurus masjid Al,Araf berinisiatif membuat dua buah meriam dari besi,” katanya, Senin (20/5) di Mesjid Al,Araf Rangkasbitung.

Menurutnya, Dentuman suara meriam adalah hal yang paling ditunggu oleh masyarakat Rangkasbitung. Beberapa menit sebelum berbuka puasa, warga berkumpul di Masjid Agung Al-Aaraf untuk menunggu buka puasa, sambil menyaksikan momen meriam diledakan.

Tradisi yang tidak biasa ini sudah berjalan sejak lama dan menjadi ciri khas Rangkasbitung, dan disebut satu-satunya yang ada di Banten. Berdasarkan cerita dari pengurus masjid sebelumnya, tradisi ini sudah dilakukan sejak Masjid Agung Al-Aaraf Rangkasbitung berdiri atau sekitar tahun 1928.

Selain penanda buka puasa, meriam juga dibunyikan saat imsak.suara dentuman meriam bisa terdengar hingga lima kilo meter, karena kondisinya sangat sunyi dari suara kendaraan.

"Kalau saat imsak bisa sampai lima kilometer, karena tidak banyak suara yang menggangu," kata dia.

Salah seorang pengunjung alun-alun Rangkasbitung, Ningrat dan Kecamatan Cibadak mengaku sengaja datang lke area Mesjid Agung Al,araf sekedar mengenang masa kecilnya yang mana 42 tahu silam selalu menjadikan dentuman sebagai penanda puasa diri dan keluarganya.

“Dulu kan kalau kalau kita mau buka puasa, selalu menjadikan dentuman meriam si Jagur sebagai penanda puasa. Ya mesti kioni si jagur sudah diganti dengan meriam biasa, tapi tentunya tidak mengurangi maknanya,” ujar Ningrat.

  Komentar untuk Dentuman Meriam Penanda Buka dan Imsak

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Bupati Ancam Pecat Kadus dan Kaling Minim Pengawasan Kebersihan

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jan 2020
  2. Dugaan Pencemaran Nama Baik, Hendly Tempuh Jalur Hukum

    Sandy Makal  di  Palu Kota  |  15 Jan 2020
  3. Rahmat Effendi Terjun Langsung Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

    Indra Gunawan  di  Jatiasih, Bekasi Kota  |  12 Jan 2020
  4. BANYUWANGI SIAGA BENCANA

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  10 Jan 2020

Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    PENGENDANG BANYUWANGI (FATWA AMIRULLAH)

    fatwa amirullah kendang  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020
  2. 6
    Komentar

    MAKSIMALKAN ATMAGO SEBAGAI UPAYA KESIAPSIAGAAN BENCANA

    Agus Basuki RAPI  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  3. 5
    Komentar

    SAMPAH BAGAIKAN KELUARGA

    Konco Longok  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  16 Jan 2020
  4. 5
    Komentar

    BPBD BANYUWANGI SIAGA BENCANA(diklat pmi)

    Hendika Londho  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  17 Jan 2020