Demi menyelamatkan para nelayan, Rukun nelayan Blimbing mendatangkan tim ekspedisi

Data?1509748303
*LAMONGAN SALAH SATU SENTRA NELAYAN YANG DISINGGAHI TIM EKSPEDISI BAHARI NASDEM DAN METRO TV*

Blimbing, 3 November 2017.
Setelah Tegal dan Rembang, Lamongan juga merupakan salah satu daerah sentra nelayan yang disinggahi Tim Ekspedisi Bahari Salah satu partai pendukung pemerintah Nasdem dan Salah satu Station Televisi Nasional Metro Tv bersama unsur terkait Masalah Perikanan. Hadir dalam kegiatan ini, Emmy Hafild, Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pertanian dan Maritim, Sekjen Masyarakat Perikanan Nasional, Nimmi Zubainarmi, Jumiati, SH, Sekjaen Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI), Nanang Q Al Ghazal, Tim Media ANNI.
Rombongan yang semula dijadwalkan datang pkl. 07.00 Wib di Lamongan, ternyata datang Pkl. 13.11 Wib, sehingga Agenda Pertama melihat aktivitas Bongkar ikan yang banyak dihadiri Ibu-ibu Pemilah ikan pun batal. Rombongan tiba dan transit di Kantor Rukun Nelayan Blimbing Lamongan disambut Ketua RN Blimbing Nur Wakhid beserta Pengurus dan Ketua Aliansi Nelayan Indonesia Lamongan, Agus Mulyono. Tujuan dari Ekspedisi ini adalah ingin mengetahui secara langsung tentang dampak pelarangan alat tangkap Payang/Cantrang. Baik dari segi sosial, ekonomi dan dampak-dampak lainnya. " Ketika kami mendapat permintaan untuk menjadi salah satu tempat yang dikunjungi untuk ekspedisi ini, kami mempersilahkan dan menyambut dengan terbuka. Ini juga peluang bagi kami untuk mempersilahkan melihat fakta langsung tentang apa yang dialami dan apa fakta sesungguh tentang Payang/cantrang sebenarnya. Kami senang kalau masih ada yang mendengar apa yang kami keluhkan dan melihat ketidakadilan yang terjadi akan nelayan kami", Tegas Fairys Firdaus, Sekjen Aliansi Nelayan Indonesia Lamongan.
Setelah Istirahat (Ishoma) sebentar di Kantor Ruun Nelayan Blimbing Lamongan. Tim dibagi menjadi 2, satu Ke tempat pembudidaya kerapu di Labuhan Brondong Lamongan dan ke Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Atau Pelabuhan baru. Disana tim mendapatkan banyak kapal mangkrak yang tak lagi melaut akibat Jebijakan pelarangan Payang/Cantrang. Agus Mulyono, Ketua ANNI Lamobgan menegaskan " mau dibawa kapal-kapal ini kalau kebijakan ini benar-benar diterapkan, pakai Alkap yang disarankan KKP, jelas tak sesuai dengan spesifikasi kapal, harus merubah dengan biaya tak kecil. Kalau mau dibiarkan akan rusak. Dijual juga tidak akan laku. Lalu bagaimana nasib mereka. Sedang untuk investasi kapal ini adalah dengan proses menabung bertahun-tahun, tapi ketika mereka telah bekerja dengan usaha keras justru muncul larangan ini". Ujar Agus dengan tak bisa menyembunyikan rasa haru hingga matanya berkaca-kaca.
Dalam sebuah kesempatan, dipaparkan oleh Sekjen Masyarakat Perikanan Nasional, Nimmi Zubainarmi, mengatakan, " kerugian nelayan cantrang di lima titik pesisir pulau jawa ini mencapai 1,9 Triliun. Dampak ekonomi sebanyak 66.641 pekerja dari Nelayan, tenaga bongkar ikan, ibu pemilah, kuli angkut, pekerja di Unit Pengolahan Ikan; hingga pengrajin tali selambar. Taksirannya mencapai1,5 Triliun. Ini baru pada pelarangan saja. Belum tentang Transhipmen, lobster, kepiting maupun rajungan yang juga dilarang.
Pada sesi akhir, Ketua DPP Partai Nasdem Bidang Pertanian dan Maritim, Emmy Hafild, menjabarkan, " Dari ekspedisi maritim ini menemukan ada 2 Fakta tentang Cantrang/Payang, Cantrang/Payang adalah alat tangkap dominan dan tinggi nilai ekonomisnya, semua ikannya laku dijual. Kedua, Cantrang/Payang terbukti mensejahterakan Nelayan". Tegas wanita yang mengaku penyuka ikan ini. Masih menurutnya, mengenai larangan Cantrang, seharusnya perlu dibuktikan adanya naskah akademisnya. Kalau misalnya permintaan uji petik dari Nelayan belum dulakukan, maka nasdem akan siap untuk melakukannya sehingga akan tercapai solusi yang tepat bukan sekedar melarang. Sebuah Kebijakan juga menurutnya harus ada analisis dampak serta dibuat rencana mitigasi dampak negatif itu. Penegasan disisi Akhir wawancara, Emmy Hafild menekankan, " kebijakan pelarangan dan pelarangan ini kalau dilakukan akhir desember ini adalah sebuah kesalahan besar dari KKP dan kerugian besar bagi Presiden. Sebagai partai pendukung kita akan memberikan rekomendasi solusi, baik itu plan A,B ataupun C. Ada 17 Alat Tangkap yang dilarang dan mau digantikan dengan yang belum jelas. Kenapa harus Cantrang yang selalu disudutkan. Kalau misalnya KKP bersikeras akan Memberlakukan Pelarangan Cantrang/Payang pada Akhir Desember ini Juga, maka itu adalah sesuatu yang _SEMBRONO_" Ujar Emmy di penutup Wawancaranya. (AFF - RA)

Komentar