DBD meningkat, Jakarta kaitkan Depok dan Bekasi

53725 medium post 59953 31779e1c c61b 4750 a6b7 9d2aa0a048fc 2019 03 15t10 38 51.728 07 00
Tingginya angka demam berdarah (DBD) di Jakarta Timur di kait-kaitkan oleh Depok dan Bekasi. Hal ini dikatakan Wali Kota Jakarta Timur M Anwar, iya jelaskan terkaitnya 2 wilayah tersebut lantaran berbatasan dengan wilayahnya.
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per tanggal 12 Maret 2019, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan penderita DBD tertinggi, yakni 844 kasus dan ada dua yang meninggal.
"Kami tinggal di daerah perbatasan. Depok itu kan berbatasan dengan wilayah timur, Bekasi dengan Cakung, boleh liat grafiknya. Itu yang di perbatasan tinggi grafik DBD-nya. Tentunya ini semua berpengaruh," kata Anwar saat ditemui di Kayu Manis, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2019).
Selqin wilayahnya berbatasan, ada pula beberapa penduduk yang ber-KTP Jakarta Timur ada yang sudah tinggal di Depok maupun Bekasi.
Namun saat sakit, data tersebut masuk dalam daerah administrasi Kota Jakarta Timur.
"Orang itu awalnya ber-KTP di Jaktim. Setelah nikah pindah ke Depok. Tapi ketika terjadi (sakit DBD) masih ber-KTP di Jaktim," ucapnya.
Pihaknya saat ini berupaya agar Jakarta Timur bisa menekan angka DBD dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara fogging.
"Sudah saya instruksikan Selasa, Jumat, Minggu lakukan PSN. Itu yang paling efektif. Jangan sampai ketika ada yang positif baru fogging," tutur Anwar.
Selain foginng, iya juga menghimbau agar warga bisa antisipasi DBD dengan lingkungan bersih.
"Fogging itu tidak menyelesaikan masalah. Fogging itu dampaknya banyak. Sebaiknya kita antisipatif, sebelum mereka sakit kami bersihkan lingkungan. Lakukan PSN biar masyarakat menyadari pentingnya kebersihan lingkungan," ujar Anwar.
Sumber:
Kompas.com
Sudah dilihat 36 kali

Komentar