Darurat Narkoba, Bogor Pengguna Kedua Terbanyak di Jabar

44343 medium nugraha
Oleh Husnul Khatimah

CIBINONG, AYOBOGOR.COM -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Bogor, Nugraha Setia Budi mengatakan wilayah Kabupaten dan Kota Bogor merupakan pengguna narkoba tertinggi kedua di Jawa Barat.

"Kalau bicara darurat narkoba posisi Bogor sampai saat ini hasil penelitian kita berada di rangking kedua di Jawa Barat," ujar Nugraha kepada ayobogor saat ditemui di kantornya, Rabu (26/12/2018).

Meskipun tidak menyebut secara detail berapa jumlah pengguna narkoba di Bogor namun posisi Bogor dalam tingkat penggunaan narkoba di Jabar yang hanya berada di bawah Bandung tentu mengkhawatirkan.

Menurut Nugraha tingginya angka penggunaan narkoba di wilayahnya lantaran Bogor berada tak jauh dari DKI Jakarta sehingga memiliki akses yang mudah dalam peredaran barang terlarang tersebut.

"Bisa dikatakan Bogor strategis karena akses ke Jakarta sangat mudah, wilayah kita sangat dekat dengan DKI sangat mudah di akses dengan peredaran narkoba," kata Nugraha.

Dia mengatakan pemakai narkoba di Bogor beragam mulai dari lingkungan pelajar hingga pekerja. Namun lingkungan pekerja disebut-sebut sebagai pengguna terbanyak berdasarkan hasil survei.

"Yang paling banyak lingkungan pekerja baru pelajar atau mahasiswa. Sesuai hasil survei pun ada 50 persen-an pekerja karena mereka punya uang dan resiko stres yang tinggi dan gaya hidup juga berpengaruh," terang Nugraha.

Nugraha menyebut empat wilayah di Bogor rawan peredaran narkoba sehingga tingkat pengawasan pun lebih ketat daerah tersebut adalah kawasan Puncak, Cibinong, Citeureup dan Parung.

"Kalau yang disebut-sebut kampung narkoba di Bogor gak ada tapi yang berada di (pengawasan) ring satu ada itu kawasan Puncak, Cibinong, Citeureup dan Parung," katanya.

Dalam memberantas narkoba di Bogor, pihaknya sambung Nugraha fokus pada dua hal yakni penindakan dan pencegahan. Dalam penindakan BNNK fokus untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba. Selama tahun 2018 mereka berhasil mengungkap 8 jaringan, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 6 jaringan.

BNNK menurut Nugraha akan selalu memberikan sanksi yang tegas dalam penindakan. "Kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para penjahat narkoba bahwa tembak di tempat bagi para pelaku juga bukanlah gertak semata karena komitmen hukum Indonesia yang tegas dan keras kepada jaringan," jelas Nugraha.

Sementara dalam pencegahan BNNK menyasar pada kaum muda, seperti anak-anak, remaja, pelajar dan mahasiswi yang menjadi pasaran sindikat narkoba. Tahun 2018 BNNK sendiri telah melakukan sebanyak 92 kegiatan kaitan dengan pencegahan dengan melibatkan 8.367 personel.

Editor : Andres Fatubun
Sudah dilihat 59 kali

Komentar