Dandim 0815 Mojokerto Bekali Mahasiswa Materi Bela Negara

27 September 2019, 16:39 WIB
0 0 48
Gambar untuk Dandim 0815 Mojokerto Bekali Mahasiswa Materi Bela Negara
Mojokerto, - Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., memberikan pembekalan wawasan kebangsaan bagi Mahasiswa Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, Yayasan Pendidikan Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (26/09/2019) sore.

Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) & Dedication of New Student (DNS) bertema “Membentuk Mahasiswa Yang Berintegrasi, Nasionalis & Agamis Untuk Tegakkan NKRI”, dibuka langsung oleh Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah DR. KH. Asep Saifudin Chalim, MA.

Dalam materi bertajuk “Kesadaran Kehidupan Berbangsa & Bernegara”, Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., menegaskan, kesadaran bela negara merupakan sesuatu yang esensial dan harus dimiliki oleh setiap Warga Negara Indonesia (WNI), sebagai wujud penunaian hak dan kewajibannya dalam upaya bela negara.

“Kesadaran bela negara menjadi modal dasar sekaligus kekuatan bangsa, dalam rangka menjaga keutuhan, kedaulatan serta kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia“, tegas pria yang sebelumnya menjabat Danyonkav 8/Narasinga Wiratama Divif 2 Kostrad.

Dijelaskan Dandim, beberapa pertimbangan yang mendasari bela negara, yaitu berdasarkan teori dan tujuan negara, asas rasionalitas, kontrak sosial, dan moralitas. Selain itu, ada aspek yuridis yang mendasari bela negara, yakni pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat (1) dan (2) UUD 1945, Pasal 68 UU RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan Pasal 9 UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

“Akan tetapi di luar instrumen tersebut, tentunya diperlukan attitude (sikap) manusianya, seluruh warga bangsa atau Warga Negara Indonesia (WNI) tentang patriotisme dan nasionalisme”, tandas pria kelahiran Rembang, Jawa Tengah.

Dihadapan sekitar 500 mahasiswa, Dandim juga membeberkan Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. “Segenap komponen bangsa termasuk mahasiswa wajib membela kedaulatan dan keutuhan NKRI, demi kokoh dan terjaganya persatuan bangsa serta terwujudnya kemandirian Bangsa dan Negara Indonesia,” ungkapnya.

Terkait peran warga negara, sebagai garda bangsa, sebagai generasi penerus bangsa dan sebagai kader pemimpin bangsa. Mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa sekaligus kader pemimpin bangsa berperan sebagai agent of change (agen perubahan), pemikir bangsa, pengawal bangsa dan negara.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah DR. KH. Asep Saifudin Chalim, MA, mengatakan, tujuan pembekalan wawasan kebangsaan ini agar mashasiswa/i memiliki jiwa patriotisme, nasionalisme, cinta tanah air Indonesia demi menjaga serta mempertahankan keutuhan NKRI. “Kita semua harus menjadi utuh dan bersatu dalam NKRI. Dengan ilmu pengetahuan, mahasiswa/i dapat membangun bangsa Indonesia ke depan jauh lebih baik,”ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan, antara lain, Rektor Institut KH. And Chalim FR. H. Mauhibur Rah

  Komentar untuk Dandim 0815 Mojokerto Bekali Mahasiswa Materi Bela Negara

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020
  2. CleanUp Kerja Bakti

    Pemuda Sosial Pulo Timaha  di  Babelan, Bekasi Kabupaten  |  19 Sep 2020
  3. Berkolaborasi Menggapai Mimpi Kampung Karangwaru Kidul, Tegalrejo

    Abdul Razaq  di  Tegalrejo, Yogyakarta  |  18 Sep 2020
  4. Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    WORLDCLEANUPDAY, 19 SEPTEMBER 2020

    Umi sulvian  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  19 Sep 2020
  2. 4
    Komentar

    Penyusunan Masterplan Kampung Surokarsan

    mas agus  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  19 Sep 2020
  3. 3
    Komentar

    FORUM MADANI WONOSOBO

    Bhayu Surya  di  Wonosobo, Wonosobo  |  20 jam lalu
  4. 3
    Komentar

    Ibu Ratna Memberdayakan Ibu-Ibu Dengan Mengolah Kain Limbah Industri Garmen

    Wiwik Uliel  di  Trucuk, Klaten  |  22 Sep 2020