Dampak Positif Sistem Rujukan Online Bagi Peserta JKN-KIS

32534 medium post 41256 2913e85f ae8f 4802 88f4 480dc62d65a5 2018 09 10t21 56 42.839 07 00
hap uji coba fase kedua sejak 1-15 September 2018. Untuk itu, semua Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) diminta untuk semakin siap menerapkan sistem digitalisasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Depok, Maya Febriyanti Purwandari mengatakan, saat fase pertama pada 15-31 Agustus 2018, sejumlah dampak positif didapatkan dari sistem rujukan online ini. Antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan dan dokter spesialis atau sub-spesialis dan jadwal praktiknya. Selanjutnya, FKTP mendapat edukasi mengenai penggunaaan aplikasi Primary Care BPJS Kesehatan untuk penggunaan sistem rujukan tersebut.

Lebih lanjut, ucapnya, untuk di Kota Depok sudah ada 129 FKTP yang menerapkan pelayanan kesehatan dengan sistem rujukan online. Ratusan FKTP itu terdiri dari 32 puskesmas, 84 klinik pratama, 11 dokter praktik perorangan dan 2 dokter gigi praktik perorangan.

“Kemudian, ada 26 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Depok yang sudah memberlakukan sistem online ini. Jumlah itu terdiri dari 18 rumah sakit dan 8 klinik utama,” ucapnya kepada depok.go.id di ruang kerjanya, belum lama ini.

Menurutnya, dari uji coba fase pertama sistem rujukan online, pihaknya menerima sejumlah saran dari FKTP, FKRTL dan peserta terhadap beberapa kendala di lapangan. Untuk itu, dalam uji coba fase kedua, pihaknya telah melakukan berbagai penyempurnaan.

“Pertama adalah kemudahan FKRTL melakukan edit data di aplikasi Health Facilities Information System. Kedua, dilakukan perbaikan data mapping FKRTL. Ketiga, penambahan fitur untuk rujukan kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus,” jelasnya.

Untuk diketahui, per 15 Agustus 2018, BPJS Kesehatan menerapkan uji coba sistem rujukan online yang terbagi menjadi 3 fase hingga tanggal 30 September 2018. Dengan dilakukannya uji coba tersebut, pihaknya berharap sistem sudah dapat diberlakukan per 1 Oktober 2018 di semua Fasilitas Kesehatan tanpa kendala.

sumber : Diskominfo Depok
foto : Diskominfo Depok
Sudah dilihat 27 kali

Komentar