Daftar Rekomendasi Obat Sakit Gusi, dari Resep Dokter Hingga Bahan Alami

68209 medium 29072019%281%29
Ada banyak hal yang bisa menyebabkan gusi terasa perih, nyeri, dan nyut-nyutan. Entah itu karena sariawan, menyikat gigi terlalu keras, baru pasang behel, hingga perubahan hormon yang berhubungan dengan menstruasi bulanan dan kehamilan. Apa pun faktor pemicunya, sakit gusi sungguh membuat tidak nyaman. Agar tidak terus-terusan tersiksa, berikut berbagai pilihan obat untuk sakit gusi yang aman dan manjur.

Obat sakit gusi dari dokter
Guna meredakan rasa sakit di gusi, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen. Dua obat ini digunakan untuk meredakan sakit sekaligus meringankan peradangan pada gusi yang bermasalah.

Selain obat pereda nyeri, dokter biasanya dapat meresepkan sejumlah obat lain yang meliputi:
1. Chlorhexidine
Chlorhexidine merupakan obat kumur antiseptik yang dapat digunakan untuk meredakan sakit gusi. Dokter biasanya meresepkan obat ini untuk membunuh bakteri penyebab penyakit gusi. Obat ini juga dapat digunakan untuk meredakan gusi yang meradang, bengkak, dan mudah berdarah akibat gingivitis.

Penting untuk dipahami bahwa obat kumur tidak boleh ditelan. Setelah berkumur, pastikan segera mengeluarkan bekas air kumurannya.

Obat ini juga tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dapat mengubah warna gigi menjadi kecokelatan, menyebabkan rasa aneh di mulut, serta meningkatkan pembentukan karang gigi. Oleh sebab itu, hanya gunakan obat ini seperti apa yang dianjurkan resep dokter.

2. Antibiotik
Dokter dapat meresepkan obat antibiotik seperti doxycycline, teracycline, dan minocycline untuk mencegah sakit gusi Anda tidak berujung pada infeksi yang serius.

Antibiotik bekerja melawan, memperlambat, dan menghancurkan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi dalam mulut. Ini artinya, antibiotik tidak akan bekerja optimal untuk mengobati infeksi virus.

Antibiotik harus digunakan dengan hati-hati. Pemakaian yang tidak benar atau tidak sesuai dapat membuat penyakit lebih sulit diobati karena bakteri kebal terhadap obat. Jadi, pastikan Anda minum antibiotik sesuai dengan aturan pakainya, ya.

Jangan sungkan untuk bertanya pada dokter bila Anda merasa belum paham terkait aturan pakai obat yang akan diminum. Tanyakan pula bila Anda merasa khawatir tentang efek samping dari suatu obat yang sedang Anda minum.

3. Pasta gigi khusus
Dokter juga dapat meresepkan pasta gigi khusus yang mengandung fluoride dan antibiotik triclosan. Pasta gigi khusus ini dapat digunakan sebagai obat gusi sakit akibat gingivitis sekaligus membantu membasmi plak di permukaan gusi.

Cara penggunaan pasta gigi ini sebenarnya sama seperti pasta gigi pada umumnya. Namun, banyaknya pasta gigi yang digunakan untuk setiap kali pemakaian mungkin tergantung pada anjuran dokter. Supaya hasilnya optimal, pastikan Anda menggunakan pasta gigi ini sesuai dengan yang diresepkan dokter.

Obat alami sakit gusi
Gusi yang sakit juga dapat diobati dengan beberapa perawatan sederhana ala rumahan. Beberapa yang bisa Anda coba di antaranya:

1. Kompres dingin
Gusi yang nyut-nyutan dapat diobati dengan kompres dingin. Selain efektif meredakan rasa sakit, kompres dingin juga dapat membantu mengurangi peradangan di gusi.

Anda tak perlu modal banyak untuk melakukan pengobatan ini. Cukup sediakan beberapa bongkah es batu serta kain atau waslap bersih. Bungkus es batu dengan waslap lalu tempelkan di bagian gusi yang sakit selama beberapa 5-10 menit. Diamkan sebentar lalu tempelkan kompres dingin lagi di bagian gusi yang bermasalah.

Lakukan cara ini beberapa kali sampai gusi Anda tidak lagi terasa sakit.

2. Kumur air garam
Air garam merupakan ramuan alami dengan sejuta manfaat kesehatan untuk gigi dan mulut.

Kabar baiknya, berbagai penelitian telah berhasil membuktikan klaim manfaat air garam tersebut. Air garam dapat meredakan peradangan dan mencegah infeksi akibat gingivitis. Hal ini berkat efek antiradang, antiseptik, dan antimikroba yang dimilikinya.

Namun, pastikan Anda menggunakan jenis garam yang tepat. Gunakan garam murni yang tanpa campuran MSG atau bumbu penyedap lainnya. Selain itu, jangan terlalu banyak menakar garam sebagai obat kumur. Anda cukup menggunakan 1/2 sendok teh garam murni dan larutkan dalam segelas air hangat.

Berkumurlah selama 20-30 detik lalu buang air bekas kumurannya setelah selesai, jangan ditelan.

3. Sikat gigi dua kali sehari
Rutin menyikat gigi adalah kunci dalam merawat kebersihan gigi dan mulut. Jadi, meskipun gusi sedang nyut-nyutan, Anda tidak boleh sampai lupa menyikat gigi.

Malas atau jarang sikat gigi justru akan membuat bakteri semakin banyak berkoloni di gusi, sehingga memperparah masalahnya. American Dental Association menganjurkan setiap orang untuk rajin menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Pilih sikat yang berbulu lembut dan pastikan juga pasta gigi yang digunakan mengandung fluoride.

Satu hal lain yang harus diperhatikan, jangan lupa untuk membersihkan gigi pakai benang. Cara ini efektif mengangkat sisa-sisa makanan yang terselip atau tersangkut di sela antar gigi dan tidak dapat dijangkau dengan bulu sikat gigi.

Bersihkan gigi Anda dengan benang setelah Anda menyikat gigi. Supaya tidak membuat gusi semakin sakit, lakukan teknik flossing yang tepat.

Jangan anggap remeh sakit gusi
Sakit gusi memang kondisi yang umum dan bahkan hampir setiap orang pernah mengalaminya. Meski begitu, jangan anggap remeh sakit gusi.

Bila gusi terus-terusan terasa sakit dan mudah berdarah selama dan setelah menyikat gigi, sebaiknya segera berobat ke dokter gigi. Gusi yang mudah berdarah, berwarna kemerahan, dan bengkak merupakan tanda gingivitis alias radang gusi.

Jika gingivitis tidak segera diobati, akan menyebabkan infeksi gusi serius yang disebut periodontitis. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit luar biasa di kantung gusi dan abses (nanah) pun bisa muncul di dalamnya.

Periodontitis juga dapat menyebabkan kerontokan gigi dan kerusakan pada tulang penyokong gigi. Dalam kasus yang parah, penyakit periodontitis juga dapat menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Maka dari itu, segera cek ke dokter gigi apabila setelah minum obat dan melakukan berbagai perawatan alami di atas, gusi Anda masih tetap saja terasa sakit. Ingat, semakin cepat Anda berobat ke dokter, maka komplikasi dari penyakit periodontitis dapat dicegah.

sumber: hellosehat
foto: hellosehat
Sudah dilihat 22 kali

Komentar