Cokelat : Canduku yang Manis dan Kaya Manfaat

24959 medium images %281%29
Foodies pernah gak sih, waktu kecil dilarang makan permen dan cokelat sama orangtua di rumah? Saat itu orangtua kita pastinya berkata bahwa cokelat berbahaya dan tidak baik bagi kita. Memang nih ya foodies, sering kali kita tidak menyadari akan sejumlah makanan bergizi di sekeliling kita seperti yang bisa kita temui di dalam coklat. Coklat sering disebut sebagai makanan yang tidak sehat, padahal coklat mengandung sejumlah zat gizi yang baik untuk tubuh manusia. Foodies tau gak kenapa cokelat memiliki citra yang begitu buruk dimata orangtua kita dan para pelaku diet sehat? Yup, kalau kalian menjawab karena produk olahan cokelat yang beredar di warung sekitar rumah kita banyak mengandung pemanis buatan dan kalori berlebih maka kalian betul nih.

Tapi kalian jangan khawatir nih foodies, Coklat si candu ini memiliki rasa manis yang khas, sehingga membuat makanan ini hampir dikonsumsi setiap orang di dunia. Tapi jangan salah sangka loh foodies ternyata sebagian besar kandungan coklat, terdiri dari berbagai jenis zat seperti berikut :

1. 14% kandungan karbohidrat

2. 9% protein (terdiri dari zat protein, fenilalanin, asam amino triptofan dan tyrosin)

3. 31% lemak

4. zat-zat lain, seperti alkanoid (zat antioksidan yang menyebabkan coklat terasa pahit)


Sejumlah kandungan zat dalam coklat inilah yang menjadikan coklat baik dikonsumsi dan juga memberikan dampak baik juga bagi kesehatan. Namun memang pada proses produksi olahan cokelat lah yang membuat Si Manis ini sering kali menjadi tidak baik bagi tubuh, contohnya penambahan zat pemanis yang berlebihan.Cokelat juga memiliki kalori yang tinggi, sehingga para wanita yang sedang diet sangat menghindarinya.
Coklat terbuat dari biji tumbuhan Theobroma cacao. Dalam bahasa Yunani, Theobroma berarti makanan para dewa. Foodies tau gak kalau di kebudayaan Aztec, coklat dipersembahkan untuk para pemimpin agama, prajurit, atau bangsawan. Suku Aztec menggunakan biji coklat untuk membuat minuman yang hangat, berbuih, dan sedikit pahit yang disebut dengan chocolatl. Chocolatl adalah ramuan yang sakral yang dihubungkan dengan kesuburan dan kebijaksanaan. Ramuan ini juga dianggap memiliki kemampuan untuk merangsang dan memulihkan kondisi tubuh.
Walaupun coklat memiliki kandungan gula dan kalori yang tinggi, tapi ternyata cokelat juga memiliki berbagai macam zat yang bermanfaat bagi kesehatan kita, contohnya senyawa antioksidan bernama flavonoid.. Zat ini terdengarannya memang cukup sederhana, tetapi mengkonsumsi beberapa jenis coklat yang kaya akan kandungan flavonoid ini, diperkirakan dapat mempengaruhi kesehatan sistem tubuh, berikut ini beberapa diantaranya :

1. Meningkatkan Produksi Insulin
Seorang peneliti asla Italia telah melakukan penelitian terhadap orang yang mengonsumsi cpkelat hitam dan cokelat putih, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin secara signifikan menurun pada mereka yang mengonsumi cokelat hitam.

2. Mempengaruhi Peningkatan Aliran Darah
Terkait penelitian di atas tadi nih Foodies, ditemukan pula hasil tekanan darah sistolik (angka pertama dalam pembacaan tekanan darah), yang diukur setiap hari juga menjadi lebih rendah pada kelompok makan coklat hitam. Kandungan zat flavonoid ini bertindak sebagai antioksidan alami dari coklat.

3. Mengurangi Risiko Serangan Jantung
Seorang peneliti dengan John Hopkins pada University School of Medicine. Dalam sebuah penelitian, dikatakan bahwa coklat hitam dapat mengurangi resiko serangan jantung hampir sekitar 50%, kata Diane Becker, MPH, ScD. Hal ini berkaitan dengan pembekuan trombosit dalam darah yang menjadi lebih lambat pada orang yang makan cokelat dibandingkan pada mereka yang tidak. Hal ini penting karena ketika trombosit mengalami pembekuan dapat terbentuk dan blok bekuan dalam pembuluh darah ini yang kemudian dapat menyebabkan serangan jantung.

*4. Menurunkan Berat Badan*
Berbeda dengan manfaat buah-buahan yang memang terkenal baik untuk menjaga berat badan, mengkonsumsi coklat menjadi ketakutan sendiri bagi orang yang sedang melakukan program diet. Penelitian yang dilakukan oleh University of Copenhagen ini menghasilkan penemuan bahwa coklat hitam memberikan perasaan yang lebih kenyang daripada coklat putih. Ini artinya cukup efektif untuk membantu mengurangi rasa lapar dan menurunkan berat badan.

5. Mengatasi Diare
Kalo ngomongin diare, foodies pasti tau kan kalau daun jambu biji dapat mengatasi diare, tapi ternyata cokelat juga bisa loh. Pada sejarah budaya Amerika Selatan dan Eropa sejak abad ke-16, memberikan pengobatan diare dengan kakao. Kemudian hal ini diperkuat oleh penelitian Ilmu pengetahuan modern. Para ilmuwan di Rumah Sakit Anak Oakland Research Institute menemukan bahwa flavonoid di dalam kakao, akan mengikat protein yang mengatur sekresi cairan dalam usus kecil dan berpotensi menghentikan diare.

6. Meningkatkan Kecerdasan
Kalau foodies sedang berada pada situasi proyek kerja, yang cukup memberikan tekanan, ada baiknya untuk mengkonsumsi coklat hitam. Coklat tidak hanya akan membantu mengurangi efek stres terhadap lingkungan, tapi juga akan meningkatkan kekuatan otak ketika sedang benar-benar dibutuhkan. Kondisi ini ditemukan oleh para peneliti dari A University of Nottingham, yang menemukan bahwa minum kokoa kaya flavanol berpengaruh dalam peningkatan aliran darah ke bagian-bagian kunci dari otak selama 2 sampai 3 jam. Hal ini dapat meningkatkan kinerja dan kewaspadaan otak dalam jangka pendek.

Nah gimana nih, Foodies? Masih ragu mau makan cokelat? Tetap stay tune di Atmago yaa, karena kami akan memberi kalian tips-tips dan informasi kekinian yang dapat mendukung healty lifestyle kalian.


Referensi :

https://www..com/artikel-kesehatan/coklat-si-manis-pembuat-ketagihan
https://manfaat.co.id/manfaat-coklat
Sudah dilihat 75 kali

Komentar