Ciak Po, Sajian Sahur Warisan Leluhur

12749 medium data
Ciak Po atau Ayam Tim adalah sup berbahan baku ayam dan rempah obat, meskipun mengandung herbal obat sup ini sedap dan menyehatkan.

Ciak Po menjadi favorit keluarga Tionghoa sejak berabad silam, rasanya yang manis halus, sedikit asin, dan dimakan pada saat panas, menambah selera.

Setelah makan Ciak Po, badan terasa hangat, dan jika sedang kurang enak badan, tubuh akan berkeringat. Ayam Tim dalam sup Ciak Po empuk sekali, karena saripati ayam telah tercampur ke dalam kuah.
Rasa manis dari Kice/Wolfberry yang kaya akan Vitamin A, Lengkeng, dan Kurma Merah bisa ditambahkan jika suka.

Biasanya saya beli sebungkus pre-pack di toko Sinshe. Tapi bisa juga didapat di toko obat yang menjual ramuan herbal.

Dipercaya sebagai makanan berkhasiat antara lain penambah stamina, nutrisi masa pertumbuhan anak, dan bagus untuk ibu menyusui, Ciak Po juga bagus dijadikan sajian santap sahur terutama awal-awal bulan puasa.

Untuk santapan sahur, biasanya takaran kaldu diperbanyak. Sedangkan untuk ibu menyusui tidak diperkenankan menggunakan garam/kaldu. Dan untuk anak-anak, takaran kaldu tergantung selera masing-masing.

Dipercaya sebagai makanan berkhasiat (istilahnya cia po) antara lain penambah stamina, untuk masa nifas, masa pertumbuhan anak.

Berikut resep Ciak Po ala Lioe Renita:

1 ekor Ayam Kampung (Ayam Boiler tidak disarankan) dipotong sesuai selera (12 atau 14 bagian)
1,5 liter air
25 gr Kie Che/Kice/Kici/Wolfberry
25 gr Lien Che/Biji Teratai
25 gr Ang Cho/Red Dates/Kurma Merah
25 gr Longan Ba/Daging Lengkeng kering
25 gr Huai San/Sejenis Ginseng
25 gr Tong Sem/Batang Rosemarry
1 sdt garam
1 sdt kaldu atau 1/4sdt micin jika suka

Cara memasak:
Masukkan seluruh bahan (kecuali garam dan kaldu) ke dalam panci. Masukkan panci ke dalam klakat atau steamer.
Masak selama empat jam. Masukkan garam dan kaldu. Aduk. Angkat. Sajikan.

Selamat menikmati, dan segar bugar selama berpuasa
Sudah dilihat 2580 kali

Komentar