Cerita, Sisi Lain Padatnya Jalan Yos Sudarso - Sam Ratulangi Kota Palu

66015 medium post 70660 a7fb5adb 260e 4de9 a52a d3840af4bd58 2019 07 08t19 42 51.698 08 00 66016 medium post 70660 e433740b cfbd 4b70 8916 8806f707fe49 2019 07 08t19 43 03.353 08 00 66017 medium post 70660 2341d4e4 52ab 42f0 8fb0 bd3857edb22f 2019 07 08t19 43 09.687 08 00 66018 medium post 70660 a792b64a a514 46ce 8bf9 ec6e3546d518 2019 07 08t19 43 13.156 08 00
Hari ini saya sedikit berguyon dengan kawan, pelanggan tetap Warkop PINBUK. Awalnya Dia pesan Kopi Susu dengan takaran gelas kecil. Sambil meracik, saya bertanya " Kenapa hanya gelas kecil, bro " ?. Dengan tertawa kecil Dia menjawab " takut kita (saya) ta kancing disini, dadaku sering sakit kalau minum kopi banyak ".
Sayapun berseloroh, " Tenang saja, di jalur Samratulangi ini setiap hari rame dengan Ambulance pulang pergi Rumah Sakit, kalau takancing, langsung diangkut mobil ambulance ".
Jawabanku memang rada - rada nyeleneh, tapi bukan tanpa alasan. Mengapa ?
Sebelum bencana tahun 2018, Jalan Samratulangi - Yos Sudarso sebenarnya bukan satu - satunya jalur yang padat kendaraan, bahkan menurut saya tidak cukup ramai kendaraan, karena masih ada jalur lain yang sering dilewati kendaraan kecil maupun besar (berat) terutama kendaraan yang berasal dari dan keluar Kota Palu, khususnya kendaraan barang diarahkan melalui jalur pantai talise.
Kini, jalur tersebut tidak berlaku karena terputusnya jalan dan jembatan disekitar pantai talise melewati jembatan 4 dan menuju pantai Taman Ria, Palu Barat sehingga jalur jalan tidak terbagi mengakibatkan jalan Samratulangi - Yos Sudarso sangat padat kendaraan, apalagi pada saat jam kerja.
Suara sirene ambulance sudah terbiasa di kuping kami, khususnya pelanggan tetap Warkop PINBUK, karena sama dengan kendaraan lain, ambulance yang membawa pasien rujukan dari dan keluar Palu banyak yang melewati jalan ini.
Karena itu, kendaraan dan pengguna jalan dituntut berhati-hati, sebab jalan ini juga adalah jalur tercepat menuju Pusat Perbelanjaan dan Menuju Kantor Gubernur serta Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Singkat cerita, sekali kali lagi, harap berhati-hati untuk melewati jalur ini.
Sudah dilihat 182 kali

Komentar