CERDASLAH SAAT DI TILANG

48214 medium post 54812 f7b1dd24 7fa6 4643 a602 d531dde30ccb 2019 01 30t11 39 40.916 07 00 48224 medium post 54812 de10df7f 153b 4277 9e53 ce468cd7d910 2019 01 30t11 50 55.631 07 00
Bagi kita pengguna kendaraan Roda 2 dan Roda 4 pasti sering melihat banyak Polantas menertibkan lalulintas dan tak jarang diadakan pengamanan dan Razia setiap tahunnya seperti operasi Ketupat dan operasi Danau Toba di setiap kota/kabupaten wilayah Indonesia.


Sebagai Warga Negara yang baik dan taat hukum, kita pengguna jalan harus mengikuti segala aturan yang berlaku dan taat pada penegak hukum termasuk Polantas, maka dari itu saat Polantas meminta kita berhenti dan meminta untuk menujukan Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK) dan SIM (Surat Izin Mengemudi) maka berhentilah dan persiapkan apa yang diminta oleh Polantas tersebut, namun sebelum kita memperlihatkan segala identitas sebagai Pengguna Jalan kita juga mempunyai HAK yang SAMA untuk menanyakan apa kesalahan yang kita lakukan sehingga di berhentikan dan minta kepada Petugas untuk memperlihatkan Kartu Tanda Anggota /KTA dan mintalah penjelasan tentang Pelanggaran terhadap Pasal UU 19/2009 tentang LLAJ yang dikenakan berdasarkan kesalahan yang diperbuat sebagai contoh: tidak memakai helm saat berkendara, tidak mempunyai SIM, menerobos lampu merah, dsb;

Jika benar kita melanggar peraturan lalu lintas di jalan raya maka kita akan mendapat surat Tilang yang artinya kita mendapat Sanksi hukum dan dibebankan untuk membayar besaran Denda ke Bank BRI yang tertera di blanko Tilang tersebut, Petugas Polantas akan menahan salah satu antara SIM atau STNK kita, agar berikutnya ada efek jera bagi setiap pelanggar pengguna jalan;

Namun sebaliknya jika kita merasa benar dan tidak melakukan Kesalahan yang di Dakwaan maka kita juga mempunyai HAK untuk TIDAK MENERIMA dan jangan pernah meandatangani Surat Tilang tersebut dan katakan "saya akan menghadiri sidang" mintalah slip Warna Merah dan Biru tanpa tanda tangan kita, walaupun STNK atau SIM kita ditahan oleh Polantas, itu artinya kita menolak dengan tegas mengenai kesalahan yang tidak kita perbuat. Selanjutnya kita dapat menghadiri sidang ke Pengadilan Negeri Setempat dan ceritakanlah kejadian apa yang telah terjadi dilapangan sehingga kita di Tilang.

Dengan kesimpulan bahwa ada beberapa kejadian sebagian Oknum /Penegak Hukum Polantas yang menyalahgunakan wewenang dan kuasanya dilapangan untuk memdapatkan uang dari masyarakat sehingga kiranya bagi kita pengguna jalan dapat Cerdas dan bijak saat di Tilang.

noted: Jika ada Oknum Polantas meminta perdamaian di tempat lebih baik dihindari dan minta Surat Tilang serta bayarlah Denda tersebut ke Negara sesuai yang tertera di Surat Tilang.
Sudah dilihat 100 kali

Komentar