Cemoro Notoyudan

66472 medium post 71022 bc54cc3d 47d8 4ec0 b7fb 10747a60cbd6 2019 07 12t12 25 22.019 07 00
Simbah Marto Utomo (69), satu-satunya pembuat cemoro. Cemoro adalah rambut bahan baku pembuatan sanggul jawa. Sanggul adalah asesoris busana adat jawa kaum perempuan yang dipakai di kepala pada acara adat. " tutur Marto Utama saat ditemui di tempat usahanya, Jumat, 12 Juli 2019 di kampung Notoyudan RT.90, RW.25 Kelurahan Pringgokusuman Kecamatan Gedongtengen Jogja ".

Beliau mengaku menekuni membuat cemoro atau meronce sejak tahun 1985. Upah meronce yang diterima saat ini adalah Rp. 2000 per biji. Alat yang digunakanpun sangat sederhana yaitu cukit.

Meski begitu meronce membutuhkan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran. Tidak semua orang menyukai pekerjaan ini. Bahkan beliau pernah mengajarkan kepada anak-anaknya, namun tak satupun yang mau menekuni pekerjaan ini.

Lebih jauh, Simbah Marto Utomo menjelaskan mahalnya bahan rambut asli mendorong menggunakan bahan rambut sintetis untuk pembuatan cemoro. Kalau harga rambut asli sangat mahal bisa mencapai 400-600 ribu rupiah per kg. Namun demikian beliau tetap bersyukur. Meski usianya telah senja masih bisa melakukan meronce untuk menambah penghasilan bagi keluarganya.

Sudah dilihat 58 kali

Komentar