CELENGAN BAMBU

10 November 2018, 11:07 WIB
4 0 422
Gambar untuk CELENGAN BAMBU
CELENGAN BAMBU

Ameng, (salah satu pengurus Forkom UMKM kecamatan Pakualaman) demikian biasa laki-laki paruh baya ini disapa, mencoba mengulik lagi kenangan masa lalunya saat tiang penyangga rumahnya dulu biasa digunakan kedua orang tuanya untuk menyimpan uang.

“Tiang bambu itu lalu dicongkel [dilubangi] sedikit dan orang tua saya memasukkan beberapa uang untuk disimpan di tiang tersebut,” ujar Ameng kepada Mahasiswa STIM YKPN , baru-baru ini

Bagi masyarakat desa, tiang bambu menjadi tempat yang aman untuk menyimpan uangnya. Kini, melalui inspirasi tersebut, Ameng membuat celengan bambu yang sudah merambah pasar mancanegara.


Kendati merupakan produk sederhana, namun celengan yang dilabeli dengan nama AAA Collection ini justru diminati berbagai kalangan. Tampilan unik dan klasik, membuat konsumen menengah atas tertarik, bukan untuk difungsikan sebagai tempat menabung.

“Awalnya mereka kebanyakan tertarik karena unik dan untuk dijadikan suvenir. Berbeda dengan konsumen anak sekolah yang lebih memanfaatkan sebagai celengan,” ungkap Ameng.

Celengan bambu dengan ukuran wayang, batik hingga hiasan unik lainnya bukan bisnis pertama yang dijalankan Ameng. Sebelumnya, Ameng juga memulai beberapa bisnis lainnya. Namun, keunikan bambu menarik dia untuk lebih mengembangkan bisnis ini.

Dalam satu bulan, Ameng mengaku dapat memproduksi sekitar 1.000 buah celengan dengan berbagai ukuran. Bermodalkan sisa usaha sebelumnya yakni sebesar Rp7,5 juta Ameng memulai bisnisnya sejak enam tahun lalu.

Kini, usaha ini tak lagi dikerjakannya sendiri, tetapi bersama beberapa karyawan yang khusus memotong bambu, mengukir dan finishing.

Celengan bambu produksi Ameng tak hanya dipasarkannya sendiri, baik melalui pameran yang diselenggarakan pemerintah maupun dijual secara mandiri. Sejumlah pedagang juga memesan celengan bambu miliknya, untuk dijual kembali.

“Satu batang bambu biasanya bisa jadi 15 jenis celengan. Saya menjualnya sebagai suvenir mulai dari Rp5.000 sampai Rp30.000,” imbuh Ameng.

  Komentar untuk CELENGAN BAMBU

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Gempa M. 6,1 Guncang Jepara Jawa Tengah , Getaranya Terasa Sampai Sukabumi

    HumanityNews  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  7 Jul 2020
  2. Rapat Berkala Pertama di Tengah Pandemi Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  6 Jul 2020
  3. RAPID TEST COVID-19: Dalam Kacamata Medis dan Pendapat Masyarakat

    Dhevi Citra  di  Manguharjo, Madiun Kota  |  10 Jul 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Hubungi Pak Syamsul Untuk Cuci Mobil Panggilan Wilayah Jaksel

    Widya Sari  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan  |  7 Jul 2020
  2. 1
    Komentar
  3. 0
    Komentar

    WISATA RELIGI DIMASA TRANSISI

    Nene Sumiyati  di  Penjaringan, Jakarta Utara  |  9 Jul 2020
  4. 0
    Komentar

    Syarat Masker Kain Yang Baik

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pesanggrahan, Jakarta Selatan  |  10 Jul 2020