Cara praktis mengatasi asap KARHUTLA

8 August 2019, 14:41 WIB
4 9 286
Gambar untuk Cara praktis mengatasi asap KARHUTLA
Cara praktis mengatasi asap KARHUTLA agar tidak berdampak lebih parah bagi Kesehatan.

Jakarta, 8-8-2019; Setiap tahun kita semua dibikin pusing oleh kejadian kebakara Hutan dan Lahan yang terus berulang dan berulang.

Walaupun intensitas kejadiannya berbeda beda, namun dampakbyang ditimbulkan tetap memilukan.

Data dari KemenPolHukam seperti dilansir oleh BeritaSatu menyatakan bahwa saat ini sudah ada 18 provinsi rawan kebakaran hutan dan lahan.
Bahkan enam provinsi telah ditetapkan status siaga darurat,” jelas Wiranto di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019). Menurut Wiranto,
Keenam provinsi itu antara lain Kalimantan Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi.

Pemerintah sampai dengan saat ini terus berupaya tengah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga untuk memastikan akurasi deteksi titik api dan kecepatan petugas mengatasi karhutla.

Harian Kompas hari ini juga melaporkan bahwa
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan sudah dalam kondisi mengkhawatirkan dan merugikan. Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

Prof. DR. Tjandra Yoga Aditama Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI menjelaskan gangguan kesehatan akan lebih mudah terjadi pada orang yang gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.      
Dampak langsung yang akan dirasakan adalah infeksi paru dan saluran napas.

Kabut asap selain dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan, juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi pneumonia.

Akibatnya, Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.

Tjandra menjelaskan bahwa, ISPA akan lebih mudah terjadi karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus, ditambah buruknya lingkungan.

Selain infeksi pernapasan, dampak lainnya yaitu, gangguan iritasi pada mata dan kulit akibat kontak langsung dengan asap kebakaran hutan. Mulai dari terasa gatal, mata berair, peradangan, dan infeksi yang memberat. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan PPOK akan diperburuk jika asap karena asap terhirup ke dalam paru.

Menurut Tjandra, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
"Berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal juga dapat saja memburuk. Sebab, dampak tidak langsung kabut asap dapat menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres," ungkap Tjandra.

Kemudian, secara tidak langsung asap kebakaran hutan dapat mencemari air bersih. Jika dikonsumsi masyarakat, bisa menganggu saluran cerna. Selain itu, dapat mencemari buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk itu cucilah hingga bersih sebelum dikonsumsi.
Untuk mencegah efek buruk tersebut, Tjandra mengimbau masyarakat yang telah memiliki penyakit kronik dan gangguan pernapasan untuk mengurangi intensitas ke luar ke luar rumah. Selalu gunakan masker yang baik jika berada di luar rumah. Lalu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Kemenkes dalam Suara Pembaharuan memberikan 8 cara efektif untuk mengurangi dampak asap bagi kesehatan sebagai berikut ; 

Pertama, masyarakat perlu menghindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.   

Kedua, jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker.   

Ketiga, minumlah air putih lebih banyak dan lebih sering.   

Keempat, bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasehat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. "Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.

Kelima, selalu lakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti makan bergizi, jangan merokok, dan istirahat yang cukup.  

Keenam, upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah / sekolah / kantor dan ruang tertutup lainnya.   

Ketujuh, penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.   

Kedelapan, buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi.  Di samping bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik.

Disarikan dari : Kompas, BeritaSatu dan Suara Pembaharuan.

  9 Komentar untuk Cara praktis mengatasi asap KARHUTLA

Tulis komentarmu...

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. New Normal Starter Pack

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Cibeurum, Sukabumi Kota  |  30 May 2020
  2. Warga RW 22, Mergangsan Kidul Sulap Selokan Jadi Lahan Budidaya Ikan

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  2 Jun 2020
  3. Penyakit Cengkal

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Kalipuro, Banyuwangi  |  30 May 2020
  4. Menkeu: Bansos Diperpanjang Sampai Desember dan Disalurkan Tunai

    Diro Marpaung  di  Jakarta Pusat  |  4 Jun 2020

Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar

    KAMPUNG UJUNG BERBENAH SAMBUT NEW NORMAL

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  31 May 2020
  2. 3
    Komentar

    TIDAK PERLU AJARI KAMI NEW NORMAL, SUDAH BIASA BOSCU

    Dhani Rama  di  Palu Kota  |  1 Jun 2020
  3. 2
    Komentar

    Lowongan Kerja Barista di Menteng Jakpus dan BSD Tangerang

    Gibran Waluyo  di  Serpong, Tangerang Selatan Kota  |  3 Jun 2020
  4. 2
    Komentar