Cara Membuat Kompos Dari Kotoran Sapi

0 0 30
Gambar untuk Cara Membuat Kompos Dari Kotoran Sapi
Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Proses pengomposan bertujuan untuk menstabilkan bahan organik, mengurangi bau yang sangat menyengat, mempermudah penanganan, membunuh bibit gulma, membunuh organisme patogen dan parasit serta menghasilkan bahan yang seragam sebagai pupuk organik.

HAL YANG DIPERHATIKAN SELAMA PROSES PENGOMPOSAN
Temperatur merupakan salah satu indikator kunci di dalam pembuatan kompos. Proses pengomposan akan menimbulkan panas sebagai dampak langsung dari aktivitas mikroba dalam mengurai bahan organik. Temperatur digunakan sebagai alat untuk mengukur dan mengetahui seberapa baik sistim pengomposan bekerja dan proses dekomposisi berjalan.

Kelembaban Proses pengomposan berlangsung dengan baik pada saat kondisi campuran bahan baku memiliki kadar uap air antara 40-60 persen dari beratnya. Pada level uap air yang lebih rendah, aktivitas mikro organisme menjadi terhambat atau berhenti sama sekali.

Pengamatan Odor/ Aroma Apabila selama proses pengomposan tidak menghasilkan bau busuk yang menyengat, maka proses pengomposan dianggap berjalan secara normal.

Pengamatan pH berfungsi sebagai indikator proses dekomposisi kompos. Kompos matang memiliki pH antara 6-8.

BAHAN DAN ALAT YANG DIPERLUKAN
Untuk membuat kompos dari kotoran sapi perlu mempersiapkan bahan-bahan sebagai berikut:
1) Kotoran sapi (kadar air 60%) atau telah dikeringkan selama 7 hari sebanyak 1 ton,
2) Bahan perombak (stardeck atau trichoderma) sebanyak 2,5 kg,
3) Urea 2,5 kg atau daun dari tanaman titonia sebanyak 50-100 kg,
4) Kapur dolomit 10 kg,
5) Abu 100 kg. Sedangkan alat yang dibutuhkan dalam pembuatan kompos kotoran sapi antara lain cangkul, skop, keranjang, gerobak dan timbangan.

PROSES PENGOMPOSAN KOTORAN SAPI
Proses Pembuatan Kompos :
1) Tumpuk kotoran sapi sebanyak 200 kg pada bak kompos secara merata,
2)Taburkan diatasnya berturut-turut 20 kg abu, 2 kg kapur, 0,5 kg stardeck dan 0,5 kg urea atau seperlima bagian daun titonia yang telah dicincang,
3) Kemudian, tumpuk kembali 200 kg kotoran sapi diatasnya, taburkan kembali 20 kg abu, 2 kg kapur, 0,5 kg stardeck dan 0,5 kg urea atau seperlima bagian daun titonia yang telah dicincang,
4) Lakukan hal yang sama hingga kotoran sapi dan bahan lainnya habis,
5) Setelah proses penumpukan selesai, bagian atas diberi alas berupa kotoran sapi setebal 5 cm,
6) Lakukan pembalikan tumpukan kotoran sapi tersebut setiap minggu,
7) Proses pembuatan kompos akan berlangsung selama 3 (tiga) minggu,
8) Pada minggu ketiga, tumpukan dibongkar dan kompos telah siap digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman.

CIRI- CIRI KOMPOS YANG BAIK
Pengomposan kotoran sapi dianggap berhasil bila kompos yang telah matang memperlihatkan ciri-ciri sebagai berikut:
1) Warna coklat kehitaman,
2) Tidak berbau,
3) Teksturnya gembur,
4) Bila dipegang terasa sejuk dan remah.

Selamat mencoba semoga berhasil dan bermanfaat

Penulis: Elpa Susanti (BPTP Kementan RI, Sumatera Barat)
Sumber foto: Wikimedia CC0

  Komentar untuk Cara Membuat Kompos Dari Kotoran Sapi

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  2. Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. Komunitas Motor (Sezari C70 ) Lombok Timur Peduli Lingkungan

    sosiawanputra  di  Pringgasela, Lombok Timur  |  26 Nov 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Situasi dan Kondisi Bukan Hambatan Petani

    Izzatul Fajriyah  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  2. 2
    Komentar

    GURU TK ABA MENCOREK BERTEKAD MEMBENTUK KARAKTER ANAK DIPENDIDIKAN USIA DINI

    Roy cahya pratama putra  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  3. 2
    Komentar

    Beritakan Lingkungan Sekitar, Pemuda Lamongan Adakan Kelas Jurnalisme Warga

    Zuria Qurrotul Aini  di  Brondong, Lamongan  |  22 Nov 2020
  4. 2
    Komentar

    Potensi Wisata Desa

    Shella Rizqi Aulawwiyah  di  Paciran, Lamongan  |  22 Nov 2020