Cantiknya Wisata Alam Lemah Rubuh

64691 medium post 69527 ad8c5080 7172 4919 85b2 dc5d309f9660 2019 06 26t09 07 20.861 07 00 64692 medium post 69527 7f185bfc 5e88 4f54 b0e5 65f0991c283e 2019 06 26t09 07 26.734 07 00 64694 medium post 69527 fc065f5e afdc 4d50 8cf6 1c4e8811e9bf 2019 06 26t09 07 34.187 07 00 64695 medium post 69527 c2ed3d90 36ba 4067 887b 5d028aba1077 2019 06 26t09 07 36.985 07 00 64697 medium post 69527 dcefa10f d3f9 4e9d a73e 205887987e45 2019 06 26t09 34 34.829 07 00
[Bantul, 24/6] Wisata alam Lemah Rubuh merupakan tempat rekreasi yang baru-baru ini sedang populer foto-fotonya di media sosial. Wisata ini terletak di Dusun Lemah Rubuh, Selopamioro, Imogiri, Bantul, D. I. Yogyakarta. Kabarnya, pemerintah desa setempat tengah mengembangkan tempat tersebut agar bisa sepopuler tempat wisata di Imogiri lainnya.

Terletak jauh dari pusat kota Yogyakarta, perjalanan menuju wisata Lemah Rubuh dapat ditempuh selama 45 menit hingga 1 jam lebih dari sana. Saat ini belum ada papan petunjuk menuju Wisata Lemah Rubuh, akan tetapi sudah ada papan petunjuk menuju ke Selopamioro di Jl. Bakulan Imogiri. Namun banyak pengunjung biasanya lebih memilih mengandalkan aplikasi Google Map untuk menemukan lokasinya.

Sekitar 2 km sebelum tiba di wisata Lemah Rubuh, pengunjung hanya perlu mengikuti satu-satunya jalan beraspal yang tidak terlalu lebar yang membawa ke lokasi.  Jalan tersebut berada di antara pemukiman warga. Pengunjung bahkan tidak perlu sungkan untuk bertegur sapa dengan mereka. Setiba di Wisata Lemah Rubuh, pengunjung langsung disambut oleh bentangan pemandangan alam yang cantik. Terdapat dua pegunungan yang menjulang tinggi di kanan-kiri, sungai yang berair hijau kebiruan, juga ladang-ladang petani yang ditumbuhi berbagai tanaman. Dua pegunungan memiliki warna yang berbeda. Pegunungan yang satu berwarna hijau karena ditumbuhi pepohonan hijau yang lebat, yang pada bagian bawahnya dibuat terrasering. Sementara pegunungan yang satu lagi berwarna oren kekuningan. Warna ini berasal dari pepohonan jati dan rumput yang menguning, juga karena tanahnya berwarna cerah. Di antara dua pegunungan terdapat sungai yang tenang. Pengunjung dapat turun karena sungai ini mempunyai pantai/bantaran berupa hamparan batu kerikil. Di sana pengunjung dapat menikmati keindahan alam dari bawah.

Di wisata ini juga terdapat semacam sangkar yang besar yang terbuat dari rotan, juga gardu pandang yang tingginya kira-kira 2 meter. Gardu pandang terbuat dari besi agar tetap kokoh saat angin berhembus kencang pada siang hari. Dari gardu tersebut, pengunjung dapat melihat keseluruhan pemandangan yang ada. Pengunjung juga dapat berswafoto dan menentukan angle-nya sendiri.

Terkait fasilitas lainnya seperti toilet atau musholla, saat ini masih belum ada. Pengunjung juga belum dikenai tarif retribusi alias gratis untuk dapat masuk ke wisata alam ini. Nampaknya tempat wisata ini memang masih dalam pengembangan.

Waktu yang pas untuk berkunjung ke wisata Lemah Rubuh adalah pagi hari dan sore hari sekitar pukul 16.00. Pada waktu-waktu tersebut, udara tidak begitu panas dan angin pun berhembus sepoi-sepoi. Wisata ini begitu menarik dan cocok sekali untuk rekreasi bersama keluarga dan teman. Terlebih lagi untuk penggiat fotografi dan pencinta alam. Satu hal pasti yang paling perlu diperhatikan, yaitu tetap menjaga sikap dan berlaku ramah, baik pada alam maupun warga sekitar. [rh]
Sudah dilihat 167 kali

Komentar