Cantiknya Wisata Alam Lemah Rubuh

26 June 2019, 09:05 WIB
1 0 403
Gambar untuk Cantiknya Wisata Alam Lemah Rubuh
[Bantul, 24/6] Wisata alam Lemah Rubuh merupakan tempat rekreasi yang baru-baru ini sedang populer foto-fotonya di media sosial. Wisata ini terletak di Dusun Lemah Rubuh, Selopamioro, Imogiri, Bantul, D. I. Yogyakarta. Kabarnya, pemerintah desa setempat tengah mengembangkan tempat tersebut agar bisa sepopuler tempat wisata di Imogiri lainnya.

Terletak jauh dari pusat kota Yogyakarta, perjalanan menuju wisata Lemah Rubuh dapat ditempuh selama 45 menit hingga 1 jam lebih dari sana. Saat ini belum ada papan petunjuk menuju Wisata Lemah Rubuh, akan tetapi sudah ada papan petunjuk menuju ke Selopamioro di Jl. Bakulan Imogiri. Namun banyak pengunjung biasanya lebih memilih mengandalkan aplikasi Google Map untuk menemukan lokasinya.

Sekitar 2 km sebelum tiba di wisata Lemah Rubuh, pengunjung hanya perlu mengikuti satu-satunya jalan beraspal yang tidak terlalu lebar yang membawa ke lokasi.  Jalan tersebut berada di antara pemukiman warga. Pengunjung bahkan tidak perlu sungkan untuk bertegur sapa dengan mereka. Setiba di Wisata Lemah Rubuh, pengunjung langsung disambut oleh bentangan pemandangan alam yang cantik. Terdapat dua pegunungan yang menjulang tinggi di kanan-kiri, sungai yang berair hijau kebiruan, juga ladang-ladang petani yang ditumbuhi berbagai tanaman. Dua pegunungan memiliki warna yang berbeda. Pegunungan yang satu berwarna hijau karena ditumbuhi pepohonan hijau yang lebat, yang pada bagian bawahnya dibuat terrasering. Sementara pegunungan yang satu lagi berwarna oren kekuningan. Warna ini berasal dari pepohonan jati dan rumput yang menguning, juga karena tanahnya berwarna cerah. Di antara dua pegunungan terdapat sungai yang tenang. Pengunjung dapat turun karena sungai ini mempunyai pantai/bantaran berupa hamparan batu kerikil. Di sana pengunjung dapat menikmati keindahan alam dari bawah.

Di wisata ini juga terdapat semacam sangkar yang besar yang terbuat dari rotan, juga gardu pandang yang tingginya kira-kira 2 meter. Gardu pandang terbuat dari besi agar tetap kokoh saat angin berhembus kencang pada siang hari. Dari gardu tersebut, pengunjung dapat melihat keseluruhan pemandangan yang ada. Pengunjung juga dapat berswafoto dan menentukan angle-nya sendiri.

Terkait fasilitas lainnya seperti toilet atau musholla, saat ini masih belum ada. Pengunjung juga belum dikenai tarif retribusi alias gratis untuk dapat masuk ke wisata alam ini. Nampaknya tempat wisata ini memang masih dalam pengembangan.

Waktu yang pas untuk berkunjung ke wisata Lemah Rubuh adalah pagi hari dan sore hari sekitar pukul 16.00. Pada waktu-waktu tersebut, udara tidak begitu panas dan angin pun berhembus sepoi-sepoi. Wisata ini begitu menarik dan cocok sekali untuk rekreasi bersama keluarga dan teman. Terlebih lagi untuk penggiat fotografi dan pencinta alam. Satu hal pasti yang paling perlu diperhatikan, yaitu tetap menjaga sikap dan berlaku ramah, baik pada alam maupun warga sekitar. [rh]

  Komentar untuk Cantiknya Wisata Alam Lemah Rubuh

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
3 jam

Resep Bakmi Godog Jawa

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Dlingo, Bantul
Berita Warga
8 jam

Resep Ongol Ongol Sagu Aren

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Pondok Aren, Tangerang Selatan Kota

Terpopuler

  1. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  2. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  4. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Dari IMPOSIBLE Menjadi I 'M POSSIBLE

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  17 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    GempaBumi Magnitud 4,9 Guncang Lebak, Terasa Hingga Sukabumi

    Andrian Volunteer  di  Cikole, Sukabumi Kota  |  17 Feb 2020