Bystander Effect: Kenapa Orang Cuek Saat Menyaksikan Kecelakaan/Tindak Kejahatan

22578 medium bystander effect   kenapa orang cuek saat menyaksikan kecelakaantindak kejahatan
"Bystander Effect" (efek pengamat/saksi mata) istilah yang dipopulerkan oleh dua peneliti sosial AS, John M. Darley and Bibb Latane setelah mereka meneliti kasus pembunuhan Kitty Genovese.

Berikut kisah tragis pembunuhannya, sekitar pukul 3 pagi pada tanggal 13 Maret 1954, Genova Catherine "Kitty" memarkir mobilnya dan berjalan ke apartemennya di Queens, New York, usai kerja shift sebagai manajer bar.

Disaat yang sama, pembunuh berantai Winston Moseley keluar untuk mencari mangsanya, dan Genovese menjadi sasarannya. Moseley menguntitnya, dan Genovese pun berlari ketakutan. Moseley menarik Genovese dan menikamnya dengan pisau Rambo, Genovese berteriak, "Oh, Tuhanku, dia menikamku! Tolong aku! Tolong aku!"

Banyak yang mendengar teriakannya dan terbangun. Lampu apartemen dinyalakan dan banyak warga yang mengintip dari balik jendela untuk mencari tahu. Moseley pun berlari dan bersembunyi di kegelapan. Namun tidak seorangpun yang keluar untuk membantu Genovese. Mengetahui aksinya tidak dipedulikan warga sekitar, Moseley kembali menikam Genovese dan bahkan memperkosanya. Aksi brutal itu berlangsung hingga 30 menit lamanya. Meski Genovese berteriak terus-menerus selama 30 menit yang memilukan tersebut, tidak satupun dari 38 orang yang mendengar kejahatan tersebut menelepon polisi ataupun keluar dari rumah mereka untuk membantunya. Mereka baru menyesali kepasifan mereka setelah mereka dimintai keterangan oleh polisi keesokan harinya.

Fenomena ini sering kita temukan juga saat adanya kejadian kecelakaan, banyak yang merasa bukan tanggungjawabnya untuk melakukan sesuatu. Fenomena yang disebut sebagai "bystander effect" ini terjadi karena adanya difusi tanggungjawab, bahwa kita merasa pasti sudah ada yang menelepon polisi, pasti bantuan segera datang, dll.

Alasan umum orang tidak membantu korban antara lain:
1. terlalu berisiko terhadap keselamatan pribadi sendiri
2. merasa bahwa seseorang tidak berdaya untuk dapat membantu
3. berasumsi orang lain lebih mampu untuk membantu
4. menyaksikan reaksi orang lain yang juga sedang menyaksikan kejadian tersebut dan menganggap situasinya tidak seserius yang Anda pikirkan (mereka kelihatannya tenang-tenang saja, berarti kondisi korban nggak serius)
5. takut menjadi sasaran serangan atau intimidasi

Anda akan lebih cenderung membantu jika Anda:
1. kenal secara pribadi dengan si korban
2. pernah berlatih bela diri
3. memiliki pelatihan atau pengalaman medis
4. pernah menjadi korban pada satu waktu, terutama jika pelaku berhasil ditangkap
5. merasa korban layak mendapat pertolongan

Apa yang bisa kamu lakukan
Kita perlu selalu mengingat bahwa semua orang rentan terhadap "bystander effect" apalagi di zaman ponsel pintar seperti sekarang ini. Semua orang pengen eksis, merekam dan mendokumentasikan semua hal, mulai dari makanan kekinian hingga korban kecelakaan. Gunakanlah ponsel pintar secara bijak, jangan hanya merekam, tapi segera hubungi nomor darurat 112 apabila menyaksikan musibah, kecelakaan, atau tindak kejahatan.

Punya info warga yang bermanfaat? Yuk posting di AtmaGo! #AtmaGo #InfoWarga #WargaBantuWarga #Evergreen




Sudah dilihat 131 kali

Komentar