Buta Telinga

69228 medium post 73209 5d1e3799 33f1 4e94 bbca 1dcaf30a1991 2019 08 08t11 40 20.599 08 00
Setiap orang memiliki kesakitannya masing-masing, dimana sebagian besar kesakitan itu tidak memiliki tempat yang layak di telinga orang lain.
Aku gadis dengan jutaan pemikiran konyol. Ya. Setidaknya begitu yang sering mereka lontarkan padaku.
Kadang aku pun berpikir begitu. Kenapa aku harus begitu peduli dengan keadaan di sekitar ku? Kenapa aku tidak bisa bersikap skeptis dengan semua kekacauan itu?
Lalu aku mencoba untuk bersikap normal menurut pandangan umum. Dan pad akhirnya aku tidak hentinya bergumam;
"Apakah ini yang disebut normal itu?"
Rupanya normal menurut orang kebanyakan adalah sinonim tidak peduli pada hal lain selain dirinya. Jadi, itu normal dari mananya?
Aku terus bercerita, terus menyuarakan semua hal termasuk normal yang abnormal itu. Lalu mereka kembali memberi menatap sinis kepadaku. Aku merasa telinga mereka hanya hiasan sebagai bentuk keseragaman ciptaan Tuhan.
Aku tidak tahan.
Kini, buta bukan hanya pada mata. Telinga pun buta.
Hingga yang bisa kita lalukan hanyalah menulis. Tapi kita harus kembali bermain rumus kemungkinan;
"Dijaman mata tertutup ponsel ini, apakah tulisan ku akan dibaca?" #AtmaGo #BerkawanDenganBuku
Sudah dilihat 62 kali

Komentar