Bus Terbalik, Diduga Kelebihan Muatan

66446 medium post 71008 92a62f09 5824 4884 887d 3b1944333fd5 2019 07 12t08 40 16.370 08 00
POSO – Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) jurusan Makassar-Poso–Gorontalo Nomor Polisi DM 7274 A yang dikemudikan Azizul (31) mengalami kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tunggal di jalur trans Sulawesi di Desa Pinedapa, Kecamatan Posos Pesisir, Kabupaten Poso, Selasa (9/7/2019) sekira pukul 09.30 Wita (9/07/2019).

Lakalantas yang menyebabkan enam orang penumpang dilarikan ke puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan medis itu, diduga akibat kelebihan muatan.

Demikian dikatakan Kepala KBO Satlantas Polres Poso, Ipda Risdiyanto saat di konfirmasi di ruangannya, Selasa (9/7/2019).

Menurutnya, dari hasil olah TKP sementara ditemukan bus membawa 29 orang penumpang, dimana sebagian tanpa manivest, serta muatan barang yang berlebihan. Sebab muatan barang berada di dalam, di atap bus hingga bagian belakang bus.

“Dari hasil olah TKP sementara di lokasi kejadian, kita menemukan banyak kejanggalan, diantaranya adanya dugaan kelebihan penumpang sehingga saat di tikungan mobil lepas kendali dan akhirnya terbalik,” ungkapnya.

Dia pun menjelaskan kronologis kecelakaan mobil bus yang berangkat dari Makassar menuju Gorontalo itu, lanjutnya.

Menurut Risdiyanto, dalam perjalanan di ujung Desa Pinedapa, tepatnya di tikungan kiri, mobil bus keluar jalur ke bahu jalan sebelah kiri karena menghindari sebuah mobil Toyota Avanza yang datang dari arah berlawanan.

Dengan kondisi jalan tikungan kiri dan kemiringan jalan sekira 15 derajat ditambah muatan berlebihan, mengakibatkan mobil bus itu terbalik ke kiri.

“Untuk sementara kendaraan dan barang masih di TKP. Namun untuk seluruh penumpang yang sebelumnya sempat  menjalani perawatan di Puskesmas Desa Mapane sudah bisa pulang dan sebagian telah dijemput oleh keluarga,” katanya.

Diakuinya, meskipun tidak ada korban meninggal dalam kejadian tersebut, namun seluruh penumpang sempat mengalami shock, bahkan enam orang dilarikan ke puskesmas akibat  luka berat dan ringan.

Keenam orang penumpang yang sempat menjalani perawatan tersebut, yakni Winda Zikir (27) Suku Gorontalo; Aisya Nuraini (21) Suku Gorontalo, Nunga (44) warga Kabupaten Tolitoli; Saenab (50) warga Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros; Hadna (57) warga Kabupaten Maros serta  Neli (58) Suku Makassar. 

Sumber : Harian Mercusuar
Sudah dilihat 27 kali

Komentar