Buruh Perempuan Ditampar Polisi, Emilia Yanti Siahaan Mendapat Dukungan Buruh Bekasi.

11778 medium data
Peristiwa penamparan yang dilakukan oknum polisi terhadap buruh perempuan di Tangerang, Minggu (9/4), mendapat sorotan tajam dari publik. Berbagai kecaman dan dukungan untuk mengusut perilaku tidak terpuji yang dilakukan aparat terus mengalir dari berbagai kalangan.

Melalui M. Nurfahroji, perwakilan buruh Bekasi, mengatakan kaum buruh di Bekasi mengecam tindakan aparat kepolisian tersebut.

"Kami mengecam keras tindakan kekerasan aparat kepolisian Tangerang yang membubarkan dan melakukan tindakan kekerasan terhadap aksi damai buruh di Tangerang kemarin," katanya.

Menurutnya, aksi yang dilakukan  buruh di Tangerang kemarin merupakan ekspresi dari kebebasan berserikat yang semestinya dilindungi. Aksi damai buruh Tangerang itu dikatakannya untuk mengkampanyekan kasus-kasus perburuhan di Tangerang yang hingga saat ini belum sanggup diselesaikan oleh Pemerintahan Kota Tangerang.

"Salah satu kasus yang belum selesai adalah PHK 1,300 orang buruh PT. Panarub Dwikarya yang sudah berjalan lima tahun dan hingga saat ini hak-hak buruh belum dibayarkan," terang pria yang akrab disapa Ozzy itu. 

Diceritakan Ozzy, perempuan yang ditampar oleh oknum polisi tersebut adalah Emilia Yanti MD Siahaan (24) pekerja PT Panarub Industry. Emilia juga diketahui sebagai Sekretaris Jenderal Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).

"Aksi piket buruh PT Panarub Dwikarya di Tugu Adipura, Tangerang kemarin dibubarkan paksa oleh aparat keamanan  Poster-poster milik buruh dirampas dan massa aksi yang yang sebagian besar buruh perempuan ini dibentak-bentak," terangnya.

Pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara tersebut juga menilai tindakan aparat itu sebagai tindak pidana yang harus diperoses secara hukum.

"Kami berpendapat, kekerasan tersebut merupakan tindak pidana yang harus diproses secara hukum. Selain itu, aparat juga melanggar konvensi ILO No 87 tentang kebebasan berserikat, Undang-Undang No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, dan hak asasi manusia," turur Ozzy. 

Karena itu, kasus ini dikatakannya haru diusut hingga tuntas. "Usut tuntas tindakan kekerasan oleh aparat kepolisian dan pecat Kanit Intelkam Polres Tangerang Danu W Subroto yang terekam dalam video melakukan kekerasan terhadap buruh perempuan," tegasnya. 

Ia pun menyatakan pihaknya akan mendukung perjuangan buruh PT. Panarub Dwikarya. "Jalankan rekomendasi ILO. Selesaikan kasus dan bayarkan hak 1,300 orang buruh PT. Panarub Dwikarya dan selesaikan kasus-kasus perburuhan secepatnya," tandasnya. 

Komentar