Bupati Lombok Utara Mengecek Pelayanan Akte Kelahiran di RSUD Tanjung

36796 medium post 44890 229b6b71 ff44 4528 85c4 c8259cbcdd43 2018 10 23t11 45 52.322 08 00 36797 medium post 44890 bc8b848d 3367 4b53 aa88 5555c8c4c77b 2018 10 23t11 45 53.480 08 00
Bupati Meninjau Aktivasi Layanan Akta Kelahiran di RSUD Tanjung
Humaspro Setda KLU, Tanjung - Bertempat di tenda pelayanan RSUD Tanjung, Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH. MH, didampingi Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Sahabudin M.Si, Direktur RSUD Tanjung dr. H. L. Baharudin menyerahkan Akta Kelahiran sekaligus meninjau pelayanan adminduk di Kantor Dukcapil KLU (17/10).
Menurut Koordinator Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) NTB Susana Dewi menyampaikan kegiatan untuk mengaktivasi kembali inovasi Pelayanan Akta Kelahiran 39 menit Jadi (Penalti). Bayi yang lahir di RSUD, ketika pasien pulang langsung bisa membawa akta kelahiran.
Meski keterbatasan sarana prasarana akibat gempa Agustus silam, lanjutnya, tak menyurutkan komitmen Pemda Lombok Utara memastikan hak warga atas dokumen adminduk terpenuhi secara cepat, mudah dan gratis.
Selain itu, Bupati Najmul juga meninjau ruang pelayanan sementara Dukcapil KLU yang didukung oleh Program Kompak.
Ruang pelayanan sementara itu untuk memastikan kenyamanan staf Dukcapil dan masyarakat dalam proses pelayanan langsung di Kantor Dukcapil. Alur pelayanan pada masa pascagempa juga disusun sehingga warga dapat secara jelas mengurus keperluannya.
Bupati Najmul pada kesempatan tersebut, memberikan apresiasi kepada relawan yg tergabung dalam Sekber Adminduk yang diinisiasi oleh Dukcapil bersama Kompak. Sekber Adminduk terdiri dari relawan yang berjumlah 97 orang dari berbagai lembaga yang ada di NTB, khususnya di KLU.
Sementara itu, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar SH. MH, saat diwawancarai menyampaikan dalam rangka mengevaluasi sejauh mana pelayanan Dukcapil pascagempa.
"Fasilitas kita memang terbatas pascagempa, tetapi dari segi pelayanan, alhamdulillah tidak terganggu. Hari ini datang dengan membawa dokumen pendukung yang lengkap, menunggu dan langsung mendapatkannya", tutur bupati.
Upaya yang dilakukan Dukcapil dengan merekrut relawan yang bekerja melakukan pendataan dan layanan adminduk pascagempa.
"Mengingat saat ini pascagempa, banyak sekali adminduk masyarakat yang mengalami kehilangan. Karenanya pelayanan setiap hari dilakukan kepada masyarakat," urai bupati.
Layanan adminduk pascagempa terdapat pula di RSUD Tanjung, bagi pasien yang melahirkan bayinya, sehingga layanan adminduk tetap bisa dilaksanakan. (rsd/humaspro)
foto: rsd/humaspro
Sudah dilihat 19 kali

Komentar