Buntut Kasus Pembunuhan Alumni IPB, Penumpang L300 Bogor-Cianjur Menurun

69115 medium angkutan
Angkutan L300 jurusan Cianjur-Bogor sepi penumpang setelah kasus pembunuhan Amelia Ulfa (22) terungkap. Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) itu dihabisi secara sadis oleh oknum sopir tembak angkutan jurusan tersebut.

Untuk mengantisipasi terus menurunnya jumlah penumpang, para sopir memajang foto diri dan nomor polisi kendaraan di bagian dalam angkutan untuk memberikan rasa aman bagi penumpang.

"Penurunan penumpang lebih dari 50 persen, sejak kasus tersebut mencuat, meskipun pelaku berhasil ditangkap. Untuk jaminan penumpang kami memajang identitas di dalam angkutan," kata Aman (71) seorang sopir angkutan Cianjur-Bogor, Selasa (6/8/2019).

Bahkan, ungkap dia, para sopir menyatakan siap jika wajah serta kendaraan mereka difoto oleh penumpang untuk memberikan jaminan keamanan. Tidak sedikit penumpang yang masih khawatir mengalami tindak kejahatan akibat oknum yang selama ini tidak dikenal di kalangan sopir.

"Sejak pemberitaan terkait kejadian tersebut mencuat, tingkat penumpang yang naik angkutan umum menurun drastis, biasanya penumpang selalu penuh untuk sekali jalan dari Cianjur-Bogor ataupun sebaliknya," kata Aman yang sudah puluhan tahun menjadi sopir.

Namun saat ini, tutur dia, mendapat 6 orang penumpang dari Cianjur atau sebaliknya dari Bogor saja dianggap sudah bagus. Bahkan saat malam paling banyak hanya bisa membawa 3 orang penumpang. Berkurangnya minat penumpang untuk naik angkutan umum jenis L300 itu, tambah dia terasa dari lamanya jadwal menunggu penumpang di Halte Asten Cianjur yang mencapai 2 jam lebih.

"Biasanya paling lama setengah jam, 12 bangku yang ada sudah terisi. Tapi sejak kasus ini terjadi, dalam dua jam penumpang baru ada 8 orang. Harapan kami kepercayaan penumpang tetap ada karena ulah oknum bukan sopir tetap," katanya.

Mamat (36), sopir lainnya yang sejak lima tahun terakhir meneruskan profesi ayahnya menarik angkutan Cianjur-Bogor, mengatakan imbas dari perbuatan bejat oknum sopir tembak tersebut sangat merugikan mereka.

Bahkan selama ini, baik dia atau sopir lain yang sudah puluhan tahun menarik angkutan, tidak mengenal siapa pelaku yang kerap kali ditanyakan penumpang saat naik angkutan.

"Kalau sopir yang sudah lama atau yang memang profesinya tetap, pasti saling kenal, meskipun ada lebih dari 100 unit angkutan, namun siapa supir dan supir tembaknya sudah saling kenal," katanya.

Anisa (40) seorang penumpang, mengaku sempat khawatir dengan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Namun selama ini dia sudah cukup mengenal sopir angkutan tersebut karena kerap menggunakan jasa angkutan itu.

"Memang sempat takut karena hampir setiap minggu saya menggunakan jasa angkutan L300 ini. Sebagian besar sudah kenal sopirnya termasuk Pak Aman yang sudah puluhan tahun narik angkutan," katanya.

---------
Sumber: AyoBogor.com
Penulis: Fira Nursyabani
Editor : Fira Nursyabani
Sudah dilihat 47 kali

Komentar