Bunga Matahari Haruka, dari Jepang untuk Palu

30 August 2019, 22:57 WIB
1 0 203
Gambar untuk Bunga Matahari Haruka, dari Jepang untuk Palu
PALU – Puluhan bunga matahari dengan tinggi sekitar 1,5 meter, tumbuh menghiasi halaman rumah perpustakaan mini Nemu Buku Palu, milik Neni Muhidin.Ukuran kepala bunganya sudah mencapai kurang lebih 20 cm.

Bibit bunga majemuk yang tersusun dari ratusan bunga kecil pada satu bongkol ini, diberikan langsung oleh seorang ahli rekonstruksi dokumen kertas, Prof. Isamu Sakamoto (71) dari Negara Jepang.

Bagi masyarakat Jepang bunga yang memiliki nama latin helianthus annuus L ini, dijadikan simbol kebangkitan dan rekonstruksi dari gempa besar yang mengguncang Hanshin-Awaji 24 tahun lalu.

Menurut Isamu Sakamoto bibit bunga ini di ambil dari rumah Haruka Kato (11). Haruka Kato merupakan salah satu korban meninggal dunia saat bencana gempa besar Hanshin- Awaji. Pascabencana, bunga ini tumbuh dan mekar disela-sela reruntuhan halaman rumah Haruka saat musim panas. Bunga ini, kemudian diberi bunga matahari Haruka.

Mekarnya bunga berwarna kuning terang ini, mendorong penduduk setempat, untuk mengumpulkan bibit bunga matahari Haruka, dari rumah Haruka, lalu dikembangbiakkan lalu dibagi-bagikan sebagai simbol kebangkitan dan rekonstruksi dari gempa besar Hanshin-Awaji.

Bibit bunga matahari tersebut sudah ditanam di Kota Palu dan beberapa di antaranya sudah mekar. Salah satu lokasi yang ditanami adalah pekarangan perpustakaan Mini Nemu Buku Palu.

Kedutaan Besar Jepang, dalam rilis tertulisnya menyebutkan, bibit bunga matahari Haruka diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan dan rekonstruksi dari gempa yang meluluhlantakkan Kota Palu 28 September 2018, serta menjadi simbol persahabatan antara Jepang dan Indonesia.

Bibit dari bunga matahari Haruka yang sedang mekar di Palu akan di ambil dan ditanam kembali oleh komunitas lokal. Mereka menargetkan akan menanam sebanyak 5000 bunga matahari untuk 5000 korban bencana di Palu dan area sekitarnya.

Selain di Palu, bibit bunga matahari Haruka juga ditanam di area Tohoku, setelah gempa besar Tohoku Jepang Tahun 2011 silam, dan pernah di berikan ke Amerika Serikat setelah tragedi 911 dan Thailand, setelah terjadi bencana tsunami 2004. Selain itu, bunga ini juga ditanam di kediaman Kaisar Jepang.

Kedutaan Besar Jepang juga berharap, semoga mekarnya bunga matahari Haruka di Kota Palu, dapat memberi semangat warga Palu dalam proses rekonstruksi pascabencana.

Bagi Neni Muhidin bunga matahari ini dijadikan simbol harapan dan kebangkitan seperti cerita seorang gadis kecil di Negara Jepang bernama Haruka, yang turut menjadi korban bencana. Di tempat Haruka meninggal itu, kemudian tumbuh bunga matahari yang indah yang kemudian dijadikan simbol harapan kebangkitan masyarakat setempat.

“Bunga ini tumbuh di sana lalu jadi harapan, kebangkitan,” ujarnya.

Neni berharap, penanaman bunga matahari Haruka yang diinisiasi oleh Rahmadiyah “Ama” Tria Gayathri ini, bisa mencapai targetnya, yakni 5000 kuncup bunga matahari. 5000 itu kata Neni, adalah simbol jumlah korban gempa 28 September 2018.

“Saya berharap bisa lebih dari target itu,” jelasnya.

Sebagai tumbuhan, Ama meriset kegunaan bunga matahari untuk meresap polusi udara. Selain itu, buat dia, ribuan kuncup bunga matahari ini, juga menjadi instalasi seni.

sumber : kabarsultengbangkit

  Komentar untuk Bunga Matahari Haruka, dari Jepang untuk Palu

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. Jaga Jarak Selama Pandemi Lebaran Tetap Bisa Silaturahmi

    Satriandesta Mahadyasastra  di  Pondok Melati, Bekasi Kota  |  24 May 2020
  3. Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020

Komentar Terbanyak

  1. 6
    Komentar

    Pesan Bapak Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Untuk Sang Kepala Sekolah

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  26 May 2020
  2. 4
    Komentar

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

    Lalu Iskandar  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  3. 3
    Komentar

    Hargailah Para Pejuang Melawan Covid-19

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 May 2020
  4. 3
    Komentar

    SENIMAN DELES KEMIREN, PENCIPTA TARI LUNDOYO

    Ayu Darwiyanti  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  25 May 2020