(Bulan Kesadaran Autisme) Anak Telat Bicara, Apakah Anak Autis?

23784 medium %28bulan kesadaran autisme%29 anak telat bicara  apakah anak autis


CATATAN: Artikel ini dihimpun dari berbagai sumber yang dicantumkan dibawah, dan ditulis dari perspektif seorang yang awam dan tidak memiliki pelatihan medis dan psikologi. Jika Anda khawatir anak Anda mungkin telat bicara ataupun menunjukkan gejala autisme, mohon segera konsultasikan segera dengan dokter anak Anda. Artikel ini hanya memberikan gambaran umum dan merupakan terjemahan dari berbagai sumber.


Bulan April ini adalah Bulan Kesadaran Autisme yang biasanya diperingati setiap tanggal 2 April. Salah satu gejala autisme pada anak adalah telat bicara. Tapi apakah semua anak yang telat bicara autis?


Punya anak yang telat bicara tentu sangat mengkhawatirkan, terlepas apakah anak autis ataupun tidak, karena hal ini menyangkut perkembangan anak sesuai dengan umurnya. Anak disebut telat bicara jika pada usia antara 18-30 bulan masih belum memiliki pemahaman bahasa yang baik.


Anak yang telat bicara biasanya punya keterampilan bermain, keterampilan motorik, keterampilan berpikir, dan keterampilan sosial, tetapi memiliki kosakata lisan terbatas untuk usianya.


Sedangkan anak dengan autisme menunjukkan gejala perilaku yang sangat berbeda dengan anak seumurnya. Apa yang membuat anak dengan autisme berbeda?


Telat bicara.
"Yang membedakan anak yang telat bicara dengan anak dengan autisme adalah anak dengan autisme memiliki masalah interaksi sosial juga," kata Dr Kimberly Giuliano dari Clevelend Clinic.


Kesulitan interaksi sosial.
Anak-anak dengan autisme merasa sulit untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan dengan dewasa.


Obsesi/minat yang sempit.
"Anak-anak dengan autisme cenderung memiliki minat yang kuat terhadap hal/objek yang biasanya tidak kita anggap menarik bagi anak-anak, seperti kipas langit-langit atau bagian dari objek," katanya. Namun obsesi balita berusia 2 tahun pada karakter kartun atau mobil mainan bukanlah gejala autisme.


Masalah tidur.
"Anak-anak dengan autisme dapat bangun di tengah malam dan siap untuk hari mereka - dan tidak merasa lelah atau ingin tidur di keesokan harinya," kata Dr Guiliano. Ini jauh berbeda dari anak-anak yang akan kembali tidur setelah mendapatkan segelas air atau sedikit belaian dari orang tua mereka.


Masalah kejang / sensorik.
Anak-anak dengan autisme lebih mungkin menderita masalah neurologis seperti kejang dan kepekaan terhadap cahaya, suara atau sentuhan. “Tapi tidak setiap anak yang memiliki masalah ini autistik. Sebagai contoh, sebagian anak dengan kejang berkembang secara normal,” kata Dr Giuliano.


Namun, telat bicara juga bisa menjadi gejala awal dari gangguan spektrum autisme fungsi tinggi / sindrom Asperger, atau gangguan perkembangan lainnya, seperti gangguan hiperaktivitas (ADHD), cacat intelektual, ketidakmampuan belajar, gangguan komunikasi sosial, atau gangguan bahasa tertentu. Jadi sebaiknya konsultasikan masalah Anda dengan dokter anak Anda.


Jika Anda ingin melakukan diagnosa awal terhadap anak Anda, Anda bisa mengunduh checklist untuk skrining gejala autisme di tautan berikut: http://mchatscreen.com/wp-content/uploads/2015/05/M-CHAT-R_F_Indonesian.pdf


Sumber:<br>https://health.clevelandclinic.org/what-is-and-is-not-autism/<br>https://blogs.scientificamerican.com/guest-blog/outgrowing-autism-a-closer-look-at-children-who-read-early-or-speak-late/<#1&lt;<a href="http://br>https://www.psychologytoday.com" rel="nofollow">br>https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-intuitive-parent/201603/autism-and-late-talking-children<br>http://www.hanen.org/helpful-info/articles/how-to-tell-if-your-child-is-a-late-talker-%E2%80%93-and-w.aspx

#AtmaGo #InfoWarga #WargaBantuWarga #Evergreen

Komentar