Bukit 3 Rasa Gunung Sari Menjadi Incaran Anak Muda.

64204 medium post 69138 08fa17d5 94a8 4c84 b4fb 2782c4404c65 2019 06 19t22 50 54.351 08 00 64208 medium post 69138 45b65ca6 63fa 42af 81d5 a8d280c9f5c6 2019 06 19t22 50 57.397 08 00 64206 medium post 69138 0339af80 7135 43e7 9256 56dcd17c7d34 2019 06 19t22 50 55.981 08 00 64205 medium post 69138 cac664c9 eb22 4cd1 a48d f793c0dc9140 2019 06 19t22 50 55.175 08 00 64207 medium post 69138 96510321 3f21 46b9 8510 1f307408000b 2019 06 19t22 50 56.725 08 00
Salah satu destinasi wisata yang baru-baru ini lagi naik daun dan menjadi incaran anak muda sekarang. Destinasi tersebut adalah Bukit 3 Rasa, di Bukit ini terdapat beberapa objek foto yang sangat menarik dan berbeda dari destinasi wisata yang lainnya.

Bukit 3 Rasa ini terletak di Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB. Ketinggian bukit ini diperkirakan mencapai lebih dari 550 MDPL.

Hal yang unik dari Destinasi ini adalah pada saat malam harinya kita bisa melihat keindahan kota Mataram seperti layaknya bintang-bintang dari atas bukit, oleh karena itu banyak dari pengunjung yang berdatangan untuk menikmati suasana malam hari dari ketinggian sambil berswafoto.

"Asal muasal dinamakan bukit 3 Rasa ini adalah pada zaman dahulu wilayah Lombok Barat masih dikuasai oleh Anak Agung (Raja Karangasem Bali).

Kisahnya berawal dari kedatangan 7 orang mubalig dari Timur Tengah ke wilayah kekuasaan Karang Bagean Mambalan. Kedatangan 7 mubalig tersebut membawa pengaruh di sekitar wilayah Lombok barat yang menyebabkan Raja Agung merasa terancam dan berencana untuk mengusir 7 mubalig tersebut.

Setelah para mubalig mengetahui rencana dari Raja Agung. Akhirnya para mubalig memutuskan untuk melarikan diri ke arah utara hutan Gelangsar. Salah satu mubalig yang bernama Syeikh Zaid Ahmad di kepung oleh prajurit dari kerajaan Karangasem Bali dan terkena Tiga kali tembakan. Tiga kali merasakan tembakan peluru atau dalam bahasa sasaknya 'Telu kali merase' Itulah asal muasal penamaan Bukit Tiga Rasa ini.

Kini keberadaan makan dari mubalig yang bernama Syeikh Zaid Ahmad lokasinya tak jauh dari kantor desa Gelangsar, pada saat hari-hari tertentu banyak penziarah yang berdatangan dari berbagai wilayah di Lombok." Ungkap Khairul Anwar (Ketua pokdarwis Desa Gelangsar)

Tempat wisata Bukit Tiga Rasa ini Buka 24 jam. Adapun fasilitas yang ada disana salah satunya yaitu menyediakan warung kopi. Kini Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Gelangsar ini juga tengah menyiapkan Perpustakaan Pohon
Dimana nantinya para pengunjung bisa menikmati suasana yang berbeda dari yang lainnya yakni pengunjung bisa membaca buku dari atas pohon sambil menikmati pemandangan alam. Untuk tarip masuk ke bukit tiga Rasa ini hanya Rp. 5000 dan untuk parkirnya Gratis.

Diharapkan bagi para pengunjung yang ingin berkunjung ke tempat wisata ini agar memakai kendaraan dalam keadaan baik dalam arti Rem masih bagus, Lampu masih Nyala dan lain sebagainya yang dimana jalan dari jalur menuju tempat wisata ini cukup ekstrem dalam arti Tanjakannya yang cukup atas yang menyebabkan beberapa dari kendaraan yang tidak bisa naik dan bagi para pengunjung yang pulang pada malam hari jangan takut karena di daerah ini aman dan juga para penjaga dari Pokdarwis Desa Gelangsar menghimbau para pengunjung untuk hati-hati dikarenakan jalan yang di lewati cukup ekstrem dan membutuhkan pencahayaan dari kendaraan harus dalam keadaan baik.
Sudah dilihat 279 kali

Komentar