Budidaya Tanaman Kebahagiaan

46436 medium post 53251 54453459 032a 4a4b 9972 a7a5dbc662a8 2019 01 17t09 10 08.957 07 00
Semangat pagi!
Masih ingat ketika saya menulis tentang kami ibu - ibu dusun Krekah menanam bibit sayuran untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah? Dan kami bergabung dengan program SUKET (SISTEM USAHA KELUARGA TERPADU) masih ingat kan?
Nah bukan kebetulan keluarga kami mengawali tahun ini dengan menebar benih - benih juga. Ada benih gambas , benih kelengkeng , paprika merah dan kuning , selada , dan juga bunga matahari.
Dan sekarang kami sedang menikmati bibit - bibit kebaikan alam yang sebentar lagi akan tumbuh dan berbuah banyak kebaikan dan keindahan.
Menurut anda saya terdengar agak lebay atau aleman ya? Iya, tak mengapa. Karena saya percaya proyek saya bersama anak - anak ini akan banyak menuai manfaat.
Saya sengaja melibatkan anak-anak. Pertama karena saya dari dulu merasa tidak mempunyai tangan yang dingin dalam menanam. Tanaman yang saya tanam jarang yang bertumbuh dengan baik. Dan dengan kegiatan ini, dibantu anak - anak saya yang bertangan dingin membuktikan pada diri saya sendiri bahwa saya bisa menanam dengan baik.
Kedua , proyek keluarga ini melanjutkan riset anak saya di sekolahnya. Mereka membuat proyek menanam bunga untuk memunculkan sifat lembut , kesabaran dan telaten dalam diri mereka.
Kesabaran sangat dibutuhkan dalam proses menunggu tumbuh kembang tanaman. Pertumbuhan tanaman dari benih, berbunga, dan berbuah membutuhkan waktu yang lama. Jika anak tidak sabar melalui proses ini maka dalam diri anak akan muncul kebosanan. Akibatnya anak kurang perhatian terhadap perawatan tanaman atau menyerahkan perawatan tanaman itu kepada orang lain.
Ini yang akan kami jaga bersama. Saya lihat anak - anak malah lebih antusias dan lebih ingat kewajiban pada tanaman-tanaman kami.
Pagi mereka berebutan untuk menyiram. Seminggu sekali mereka berebut untuk menyemprotkan vitamin untuk bunga - bunga kami. Saya yang sering lupa mulai terbiasa dengan rutinitas ini. Kami saling mengingatkan. Tanaman - tanaman ini seperti saudara kami yang masih bayi dan butuh perhatian khusus.
Untuk itu kami mempunyai beberapa kesepakatan dalam merawat mereka. Kami sepakat untuk memperlakukan mereka dengan baik , merawat dengan suka cita dan kasih sayang.
Artinya kami tidak merawat dengan marah - marah. Tidak boleh ada kata - kata kasar yang boleh disampaikan di dekat tanaman kami. Kami akan dengan senang hati berbincang dengan tanaman kami. Dan ada kalanya kami bernyanyi dan bersenandung.
Anak - anak hanya mengatakan senang saat saya tanya kenapa kalian semangat melakukan ini. Tapi saya yakin yang mereka rasakan adalah kebahagiaan.
Dan saya juga bahagia bisa melakukan kegiatan ini bersama anak-anak saya.
Jadi kenapa tidak anda coba di halaman rumah anda. Tanamlah sesuai yang anda butuh , sukai dan selamat anda akan segera menuai banyak kebaikan bahkan sebelum tanaman anda berbuah atau siap dipanen.
Salam semangat dan bahagia! 💟🙏

Tulisan saya ini juga masuk dalam website desa Gilangharjo http://gilangharjo.bantulkab.go.id
Sudah dilihat 43 kali

Komentar