BUDIDAYA IKAN LELE DILAHAN SEMPIT DENGAN SISTEM BIOFLOC

28310 medium post 37449 9883fa46 4b8a 4675 a1ef 9f76b4f4a0d3 2018 07 17t15 50 32.438 07 00 28311 medium post 37449 a46e8bc8 7f47 4ee4 9493 305aca9b15fa 2018 07 17t15 50 32.660 07 00
Budidaya Lele Intensif di Lahan Sempit dengan Sistem Biofloc.

Punya lahan sempit tapi ingin produktif dan menghasilkan pendapatan? Cobalah beternak lele dengan sistem biofloc!

Budidaya ikan (termasuk lele) dengan teknologi biofloc telah menjadi andalan di negara-negara maju di bidang perikanan seperti Jepang, Brazil, Australia dan lainnya. Kini, saatnya putera-puteri Indonesia pun bangkit MENIRU mereka, MENJIPLAK mereka, MENYALIP mereka. Kita percaya, 1000% KITA BISA!!
Beternak lele secara intensif dapat dilakukan di lahan yang minimal. Pekarangan rumah yang menganggur atau lahan tidur di sekitar kita bisa kita konversi menjadi lahan yang produktif. Budidaya lele dengan sistem biofloc, tidak perlu kolam luas. Dengan kolam sederhana dari terpal atau fiber yang didesain melingkar, maka jadilah “pabrik uang” keluarga. Insyaa Alloh

Tidak ada yang melarang Sahabat mau bikin kolam biofloc ukuran berapa, semampunya saja. Satu kolam dengan diameter 100 cm, sebagai contoh, bisa ditebar sekitar 500-1000 ekor lele. Untuk diameter 250 cm, kepadatan bisa 4000 ekor lele. Jangan terlalu padat, bisa kolaps.

Gambar 2. Budidaya metode biofloc telah lama diterapkan di negara-negara maju

Dengan kepadatan lele mencapai 1.000 ekor/m2 dalam budidaya biofloc, mampu diperoleh konversi pakan sekira 0,8. Ini artinya 0,8 kg pakan dapat membentuk 1 kg daging lele.

Analisis Usaha

Seperti telah disinggung, budidaya lele sistem biofloc tidak memerlukan tempat yang luas, dan modal yang dibutuhkan relatif kecil. Di lahan seluas 20 m2, Sahabat sudah bisa memulai dengan dua kolam. Besarnya investasi untuk satu kolam sederhana sampai panen, mulai dari benih, pakan, perlengapan dan kolam, dibutuhkan investasi sekitar 4 juta rupiah. Adapun keuntungan yang diperoleh sekitar 1,5-2 juta rupiah per kolam, dalam satu siklusnya. Satu siklus panen lele yakni 2,5 – 3 bulan, untuk panen ukuran 1 kg isi 10 atau 8.

Untuk 1000 m2 luas lahan, kita dapat membangun sekitar 40 kolam dengan rata-rata luas per kolam sekitar 6 m2. Budidaya lele kategori sehat memiliki tingkat kelangsungan hidup/survival rate (SR) di atas 90%.

Kondisi Ideal

Meskipun ikan lele termasuk ikan yang dapat beradaptasi di lingkungan yang kurang mendukung, dalam arti kondisi air minim, kualitas air jelek, keruh, kotor serta sedikit oksigen, namun untuk menghasilkan panen yang besar, sehat dan berkualitas maka pemeliharaan harus sebisa mungkin memenuhi kondisi ideal. Itulah salah satu tujuan dari budidaya sistem biofloc.

Ketinggian lokasi ideal: dataran rendah sampai dataran tinggi (700 m dpl).
Suhu ideal : 25°C – 28°C (untuk dewasa), 26°C – 30°C (untuk larva), 24-28°C (masa pemijahan)
Tingkat keasaman (pH) air kolam: 6,5 – 9.
Tingkat kesadahan (derajat butiran kasac): optimal 50 ppm, maksimal 100 ppm.
Bebas dari limbah berbahaya.

Tahapan Budidaya

Dalam budidaya teknologi bioflok, kita sangat mengandalkan peran dari probiotik, aerator/sirkulator, dan pakan buatan/pelet. Kita juga tidak boleh menggunakan kolam tanah. Di samping itu, perlu persiapan media pemeliharaan sekitar satu minggu sebelum benih lele ditebar.

Berikut adalah garis besar dari langkah-langkah budidaya lele sistem bioflok:

1. Bangunlah kolam biofloc sesuai kebutuhan Sahabat. Rancangan kolam bisa mengikuti contoh di gambar. Ukurannya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan yang ada. Sangat dianjurkan kolam dibangun di bawah saung plastik UV.

TIPS: JANGAN BERPIKIR RUMIT DULU, LAKUKAN SAJA!!

2. Pasanglah perlengkapan-perlengkapan pendukung. Ini mencakup mesin aerator dan selang-selang, instalasi listrik, dll.

Sahabat bisa menggunakan mesin pompa lain sejenis

3. Sterilkan area dari sampah dan benda-benda yang tidak perlu. Pastikan juga lokasi kolam aman dari genangan air hujan.
Setelah semua fasilitas telah siap, maka kita sudah siap action.

4. Pertama-tama isilah kolam dengan air bersih, bebas limbah. ketinggian air sekitar 80 – 100 cm.

5. Kemudian lakukan sterilisasi air. Sterilisasi air yaitu dengan pemberian kaporit sebanyak 20 – 30 gram/m3 air.

6. Lalu lakukan aerasi selama 3 hari sampai bau kaporit hilang. Teknik aerasi yaitu mengalirkan udara melalui selang-selang kecil secara kontinyu/terus menerus ke air kolam menggunakan kekuatan mesin aerator yang terhubung tenaga listrik. (Perhatikan Gambar 6).

7. Kemudian tambahkan garam. Dosisnya 1 – 3 kg/m3 air, dan lakukan aerasi kembali.

8. Esok harinya, berikan kapur dolomite. Dosis 100 gram/m3 air. Kapur ini bisa dibeli di toko pupuk.

9. Esok harinya, berikan molase (tetes tebu) sebanyak 100 ml/m3. (Molase bisa kita ganti dengan gula pasir/gula merah), dengan dosis sekitar 100 gr/m3.

10. Sekarang tambahkan PROBIOTIK. Ini sangat penting. Untuk probiotik ini, Sahabat bisa menggunakan POC BMW, dengan dosis 2 tutup botol (24 ml) per m3 air.

Probiotik dalam hal ini berperan sebagai terapi maupun sebagai bahan aditif (growth promoter). Meskipun kadarnya relatif kecil, namun dapat meningkatkan efisiensi pakan (feed efficiency). Probiotik juga diberikan dengan tujuan meningkatkan keseimbangan mikroba dan memerangi mikroba jahat atau patogen seperti E. Coli, Salmonella, Clostridium, dll.

11. Selanjutnya tambahkan pupuk kompos. Dosis 1-2 karung per kolam (tergantung ukuran kolam). Kompos berguna menumbuhkan plankton/mikroba menguntungkan di kolam. Kompos bisa dibiarkan terbungkus karung. Namun kompos harus benar-benar matang sehingga tidak malah menimbulkan penyakit pada ternak lele.

12. Istirahatkan kolam sekitar 5 hari, baru kemudian benih ditebar. Benih harus benar-benar jenis unggul supaya memiliki daya tahan yang prima terutama dari serangan penyakit dan persaingan pada saat kepadatan lele sudah tinggi.

Itulah tahapan awal dari budidaya ikan lele teknologi biofloc.
Selamat mencoba..
Sudah dilihat 54 kali

Komentar