BPJS Kesehatan Tetap Jamin Pelayanan Katarak, Rehabilitasi Medik dan Persalinan

Header illustration
Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan memastikan tetap memberikan penjaminan pelayanan kesehatan untuk katarak, rehabilitasi medik, dan bayi baru lahir sehat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari mengatakan, ketentuan yang diterbitkan oleh pusat tersebut juga berlaku di Kota Depok. Karena sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), maka BPJS Kesehatan wajib mengatur semua kejelasan layanan kesehatan.

“Apabila ada yang menyebut BPJS Kesehatan mencabut tiga pelayanan kesehatan tersebut, berita tersebut hoax. BPJS Kesehatan tetap menjamin pelayanan katarak, rehabilitasi medik termasuk fisioterapi, dan bayi baru lahir sehat. Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) memperjelas tata cara penjaminan agar pemanfaatannya lebih efektif dan efisien,” jelas Maya kepada depok.go.id, Rabu (01/08).

Dikatakan Maya, hadirnya Perdirjampelkes Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Katarak Dalam Program Jaminan Kesehatan, Perdirjampelkes Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Persalinan Dengan Bayi Lahir Sehat, dan Perdirjampelkes Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medis, diterbitkan untuk memperjelas tata cara pelayanan medisnya.

Lebih lanjut, ujarnya, dalam peraturan mengenai pelayanan katarak, BPJS Kesehatan akan menjamin pelayanan operasi katarak. Peserta penderita katarak dengan visus (lapang pandang penglihatan) pada kriteria tertentu dengan indikasi medis dan perlu mendapatkan operasi katarak, akan tetap dijamin BPJS Kesehatan. Penjaminan juga memperhatikan kapasitas fasilitas kesehatan seperti jumlah tenaga dokter mata dan kompetensi dokter mata yang memiliki sertifikasi kompetensi.

“Terkait dengan peraturan mengenai bayi baru lahir sehat, disampaikan bahwa BPJS Kesehatan akan menjamin semua jenis persalinan, baik persalinan biasa/normal (baik dengan penyulit atau tanpa penyulit), maupun tindakan bedah caesar, termasuk pelayanan untuk bayi baru lahir dapat ditagihkan oleh fasilitas kesehatan dalam satu paket persalinan dengan ibunya,” tuturnya.

Namun, sambung Maya, apabila bayi membutuhkan pelayanan atau sumber daya khusus, sesuai Perdirjampelkes Nomor 3, maka fasilitas kesehatan dapat menagihkan klaim di luar paket persalinan dengan ibunya.

Terakhir, terkait dengan peraturan mengenai rehabilitasi medik atau fisioterapi, pelayanan tersebut tetap dijamin dengan kriteria frekuensi maksimal yang ditetapkan Perdirjampelkes Nomor 5 Tahun 2018.

“BPJS Kesehatan Depok telah berkoordinasi dengan rumah sakit agar pelayanan kepada peserta kami tetap dapat berjalan dengan maksimal,” tandasnya.

sumber: pemkotdepok
foto: pemkotdepok
Sudah dilihat 12 kali

Komentar