Bogor Siapkan 68 Kelurahan Tangguh Bencana

65614 medium img20190401110958%281%29
Oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menggelar sosialisasi program SinerGi (Supporting Disaster Preparedness of Government and communities). Kegiatan yang dihadiri aparat kewilayahan dan para kader ini bertujuan membuat 68 kelurahan di Kota Bogor menjadi kelurahan tangguh bencana.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, kelurahan tangguh bencana diperlukan sebab masalah bencana bukan hanya rumusan BPBD saja tetapi juga semua masyarakat.

"Bencana bisa berdampak pada siapa saja sehingga menjadi tanggung jawab setiap orang untuk sama-sama peduli. Mengingat bencana pun sifatnya tidak bisa diprediksi dan tidak mengenal situasi bisa datang tiba-tiba. Makanya perlu ada kesiapsiagaan dari seluruh komponen mulai dari pemerintah, masyarakat dan BUMD. Karena saya yakin dengan kolaborasi dan sinergi bisa mempercepat penanggulangan resiko bencana," ujarnya, Kamis (4/7/2019).

Ia menuturkan, jika sudah ada pemahaman yang kuat dari para kader, maka ia akan meminta Bappeda Kota Bogor dan unsur terkait untuk membuat perencanaan dan menganggarkan dana untuk program kelurahan tanggap bencana dan sekolah tanggap bencana.

Menurutnya, pembangunan karakter terkait tanggap bencana memang diperlukan agar masyarakat bisa belajar dan melakukan pencegahan sehingga langkah ini semestinya teraplikasi.

"Kami sudah melakukan pemetaan potensi bencana di Kota Bogor yang rawan bencana banjir, longsor, puting beliung bahkan gunung meletus, jadi kalau masyarakat tidak paham akan bahaya karena tidak bisa melakukan pencegahan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Juniarti Estiningsih mengatakan, sosialisasi SinerGi ini didukung dengan Non Government Organization (NGO) Catholic Relief Service (CRS) dan dua NGO lainnya.

Kerja sama dengan NGO ini untuk sama-sama mengurangi resiko bencana dengan memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat agar mereka tidak merasa takut ataupun cemas saat terjadi bencana.

"Dengan edukasi yang diberikan masyarakat akan lebih memahami bagaimana penanganan terkait kebencanaan. Selain itu dibentuk juga Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FRB) 13 kelurahan rawan bencana," katanya.

Sudah dilihat 35 kali

Komentar