Bocah Penderita Kanker Mata Menunggu Belas Kasih Para Dermawan

24 July 2019, 21:30 WIB
2 0 186
Gambar untuk Bocah Penderita Kanker Mata Menunggu Belas Kasih Para Dermawan
Namanya Riska Saila, bocah penderita penyakit retinablastoma atau kanker mata yang setiap harinya hanya bisa berbaring dan merintih kesakitan akibat bola matanya yang keluar dari kelopaknya, kini menunggu belas kasih dari para dermawan.

Oleh : Jabir Moh. Yamin

Rabu sore (24/7/2019) sekira pukul 16.00 Wita, cuaca di Kota Palu cukup bersahabat ketika penulis berangkat menuju rumah Riska Saila di Desa Pombewe, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi untuk melihat langsung kondisi Riska Saila.

Penulis sama sekali tidak punya bayangan tentang lokasi rumah Riska Saila. Namun berkat petunjuk yang disampaikan ayah Riska Saila yang bernana Ahmad (23), akhirnya penulis tiba juga di kediaman bocah penderita kanker mata itu sekira pukul 16.30 Wita.

Kedatangan penulis, mendapat sambutan hangat dari kedua orang tua Riska Saila. Tanpa merasa sungkan penulis masuk ke dalam rumah untuk melihat langsung kondisi mata Riska Saila yang sudah keluar dari kelopak matanya.

Kepada penulis, Ahmad menceritakan secara gamblang penyakit kanker yang diderita anaknya itu.

Menurut Ahmad, kanker mata yang menimpa anaknya itu sudah terjadi kira-kira setahun yang lalu. Namun karena masalah biaya, sampai sekarang belum dilakukan operasi.

Kondisi mata Riska Saila yang makin hari makin parah. Bocah malang ini sangat berharap belas kasih para dermawan untuk kesembuhannya.

“Pertama kali kami bawa ke dokter di Puskesmas, cuma disuruh antar langsung ke Rumah Sakit Undata. Tapi nanti tadi ada uang, makanya kami baru antar ke Undata. Matanya keluar ini, baru 2 bulan yang lalu,” tutur Ahmad saat berbincang dengan penulis.

Dikatakan, saat membawa Riska Saila ke RS Undata, dokter yang menangani mengatakan bahwa penyakit yang diderita anaknya harus di rujuk ke Makassar, karena Undata belum bisa menangani penyakit yang diderita anaknya itu.

“Tadi kami bawa ke Undata, cuma dokternya bilang Undata belum bisa menangani penyakit yang dialami anak saya. Karena mereka belum bisa menangani mata, makanya disuruh rujuk ke Makassar,” ujar Ahmad.

Untuk memutuskan jadi atau tidak ke Makassar, Ahmad mengaku masih menunggu keluarga dari Poso untuk membahas masalah ini, karena dirinya sendiri belum memiliki biaya pengobatan di Makassar. Olehnya, Ahmad hanya bisa bersabar merawat anaknya di rumah bersama istrinya Sri wahyuni (22).

“Saya masih tunggu keluarga dari poso. Insya Allah besok sudah tiba di Palu. Nanti ada mereka baru ada keputusnya, karena kami tidak punya biaya untuk operasi di makassar,” ujarnya pilu.

Ahmad mengaku, pekerjaannya hanyalah seorang tenaga honorer di Dinas Pertaniaan Kabupaten Sigi, sehingga tidak memiliki biaya yang cukup untuk berobat di Makassar demi kesembuhan buah hatinya itu.

“Tidak tau juga bagaimana caranya bisa dapat uang. Siapa tau ada yang datang menolong setelah baca berita ini, karena tidak ada uang kasian. Gaji saja, biasanya cuma dibayar per tiga bulan sekali dari kantor. Makan saja susah, bagaimana dengan uang operasi yang sangat besar,” ujarnya lirih.

Olehnya, Ahmad hanya bisa berharap uluran tangan dan belas kasih dari para dermawan yang mungkin terketuk hatinya untuk membantu kesembuhan anaknya itu.***

sumber : http://sultengnews.com/

  Komentar untuk Bocah Penderita Kanker Mata Menunggu Belas Kasih Para Dermawan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!

Related Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Alhamdulillah Telah Hadir Radio Rodja 100.1 FM

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cileungsi, Bogor Kota  |  20 Feb 2020
  2. Sandang Peringkat 11 Wilayah Rawan Bencana, PMI Banyuwangi Susun Rapat Kerja Kemitraan

    Mbak Ning  di  Banyuwangi, Banyuwangi  |  18 Feb 2020
  3. Menyatukan Langkah, FKDM se-Kota Yogyakarta Melakukan Rakordasi Perdana 2020

    Abdul Razaq  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  21 Feb 2020
  4. Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar

    Meski tanpa aplikasi,SARIPAH bisa menulis

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    THE COLOURFULL RAJUMAS

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    20 - 02 - 2020

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  20 Feb 2020
  4. 3
    Komentar

    Merdeka Mengajar Bukan Berarti Semau Gue.

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  23 Feb 2020