Bocah 7 Tahun Dicabuli di Sawah

6131 medium 34975
Nafsu syahwat yang memuncak kerap membutakan mata hati manusia. Perumpaan itu tepat ditujukan kepada Kemidin, warga Dusun Waru Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Pria yang sudah memasuki usia setengah abad tersebut nekad mencabuli SF (7), siswi kelas 2 SD setempat yang lebih layak jadi cucunya.

Tak hanya mempertanggungjawabkan secara hukum, Kemidin juga terancam perundang-undangan baru jika diberlakukan, hukuman kebiri!. Selain itu, sekujur tubuhnya sempat jadi sansak hidup warga yang geram atas ulahnya.

“Tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Lamongan. Selain itu, juga untuk mengamankan dari aksi main hakim warga yang masih marah dengan perbuatannya,” terang Kasubag Humas AKP Ipung Abd Muiz melalui Paur Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan, Senin (15/8).

Tersangka digelandang ke mapolres dar Polsek Kalitengah setelah ada laporan dari keluarga korban. Kejadiannya sendiri bermula ketika SF pamit pulang sebentar kepada ibunya untuk mengambil sepeda, ketika tengah latihan lomba yel-yel 17 agustusan di desanya, Sabtu (13/8). Tanpa syak wasangka, ibu SF mengizinkan putrinya pulang sendiri.

Petaka terjadi ketika dalam perjalanan pulang, Kemidin memanggilnya. Dengan dalih akan dipertemukan dengan temannya, SF menurut saja ketika tersangka mengajaknya ke sebuah gubuk di pinggir sawah desanya. Apalagi selama ini sudah mengenal akrab Kemidin.

Sesampainya di sebuah gubuk pinggir sawah yang masuk Dusun Gambuhan Kidul, dengan nafsu yang memuncak, tersangka langsung menyeret SF kendati lokasinya terpisah aliran sungai. Sesampainya di gubuk, korban dipaksa untuk diam dan berbaring dengan ancaman akan ditenggelamkan ke sungai jika tidak menurut.

Diduga, korban yang sudah ketakutan tidak bisa berbuat banyak. Termasuk ketika diminta melayani nafsu bejatnya. Kepasrahan dan ketakutan korban bukannya menimbulkan iba. Kemidin justru dengan beringas memasukkan jari tangannya ke alat vital korban. Belakangan, hasil visum membuktikan jika terjadi luka robek di alat kelaminnya.

Sementara ibu korban yang lama menunggu, akhirnya tidak sabar pulang ke rumah. Dia terperanjat mengetahui dari orang sekitar bahwa SF tidak nampak mengambil sepeda seperti izin semula. Tak pelak, kondisi itu membuat keluarga was-was. Dibantu warga, upaya pencarian pun dilakukan.
“SF baru ditemukan tengah malam sendirian di tengah sawah dalam keadaan setengah telanjang sambil menangis,” ujar Sutaji salah satu warga yang ikut mencari.

Ketika didesak, terungkap pengakuan mengejutkan jika dirinya jadi korban ulah bejat Kemidin. Tidak terima dengan perbuatan tersangka, keluarga korban lantas melaporkan kasus ini ke Polsek Kalitengah. Sedangkan warga yang mendengar jika Kemidin jadi aktor tunggal hilangnya masa depan SF, dengan spontan mendatangi rumahnya Minggu dini hari.

Tersangka yang tengah tertidur lelap ternyata ketakutan juga melihat puluhan warga berteriak-teriak mendatangi. Tanpa pikir panjang, dia lari melalui pintu belakang ke rawa-rawa dengan niat sembunyi. Sekitar 1 jam lebih sempat aman, warga yang sudah geram akhirnya mengetahui lokasi persembunyian Kemidin. Amuk massa pun terjadi sebelum dibawa ke Polsek Kalitengah.

Pengakuan awal kakek tidak tahu diri ini, dia gelap mata usai pesta minuman keras jenis tuak bersama rekan-rekannya. “Habis tiga teko tuak. Saya khilaf pak,” ucapnya ketika jalani pemeriksaan di Mapolres Lamongan. Kasus ini menguak memori kelam yang membuat pemerintah pusat sampai kebakaran jenggot. Yakni pemerkosaan YY di Lampung yang diikuti dengan pembunuhan untuk menghilangkan jejak, beberapa waktu lalu dan menjadi pemicu munculnya perundang-undangan baru tentang hukuman berat bagi pelaku kejahatan seksual kepada anak di bawah umur.
Sudah dilihat 520 kali

Komentar