BNPB Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hilangkan Asap di Riau

2 August 2019, 12:39 WIB
4 0 306
Gambar untuk BNPB Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hilangkan Asap di Riau
Kepala BNPB Doni Monardo mengajak dan mengimbau semua komponen untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan (karthutla) di wilayah Riau. Doni menyampaikan pesan ini sebelum berkunjung ke wilayah Desa Sungai Tohor, Kabupaten Meranti, Riau pada Jumat (2/8).

Doni mengingatkan kembali bahwa pencegahan secara maksimal jauh lebih baik dan efektif daripada pemadaman. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo beberapa waktu lalu. Menurutnya, apabila sudah terjadi kebakaran, dampak yang besar akan mempengaruhi segala aspek kehidupan baik sosial, kesehatan, maupun keamanan.

Di samping itu, Doni yang didampingi Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan perlunya pemerintah hadir di tengah masyarakat. “Rajin ini perlu ada kemauan keras untuk pejabat daerah, untuk turun ke masyarakat dan bahkan tidur di tengah masyarakat,” ujar Doni di Media Center Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla, Pekanbaru.

“Temuilah rakyatmu, hiduplah bersama mereka. Mulailah dengan apa yang mereka miliki.”

Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau ini tentu akan berdampak kepada masyarakat Riau itu sendiri. Doni mengimbau masyarakat Riau untuk tergerak hatinya dalam permasalahan karhutla ini. Dampak sangat besar akibat asap karhutla yang terjadi setiap tahun, Doni menyampaikan bahwa kasus kenaikan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) jangan seperti pada tahun 2015 lalu.

“Energi sebagai bangsa jangan hanya tersedot untuk urusan kebakaran hutan dan lahan saja.”

Doni yang didampingi juga Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead melakukan kunjungan dengan tujuan mengajak semua elemen baik Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat dan media massa untuk saling mengingatkan bahaya karhutla. Bencana yang marak terjadi akibat ulah manusia tidak hanya merugikan manusia tetapi juga ekosistem alam Riau. Doni menegaskan bahwa urusan karhutla merupakan urusan kita semua.

Menyikapi bencana asap di wilayah Riau ini, Doni mengajak relawan untuk bekerja sama dan masukan sehingga penanganan karhutla berlangsung efektif. Di sisi lain, perguruan tinggi juga berperan penting khususnya terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat.

Doni mencontohkan dengan beberapa kelompok masyarakat yang berhasil dalam pemberdayaan ekonomi dan diharapkan untuk tidak ada lagi asap. Demikian juga upaya-upaya yang telah dilakukan oleh BRG untuk dapat dikenalkan kepada masyarakat. Semangat dari Gubernur Riau bahwa ‘Riau tanpa asap’ perlu didukung oleh semua pihak. “Perlu ada kerja keras dan semangat serta kerja sama,” ulang Doni.

“Saya yakin bisa, kita mengajak mereka yang masih membakar di wilayah tertentu (teridentifikasi karhutla) untuk sadar.”

Menurutnya, banyak pendekatan seperti sosiologi, antropologi, agama dan lainnya yang dapat dilakukan untuk menyadarkan semua pihak. Doni mengilustrasikan dengan dampak karhutla itu bahwa masyarakat Riau yang berjumlah sekitar 6,3 juta tidak mungkin untuk pindah ke planet lain atau provinsi lain. Oleh karena itu, Doni berharap alam harus dijaga bersama-sama.

Sementara itu, Doni mendukung strategi yang telah dilakukan oleh Posko. BNPB dan kementerian/lembaga terkait menegaskan akan selalu mendukung operasi pemadaman karhutla di Riau. Saat ini 17 helikopter dan 1 pesawat teknologi modifikasi cuaca beroperasi di Riau. Terkait dengan strategi pemadaman, Doni memberikan arahan apabila membutuhkan pengerahan personel, itu segera dilakukan. Apabila di Pelelawan di bagian hulu bertambah potensi karhutla, personel segera harus digeser. Demikian juga apabila diperlukan penambahan personel untuk operasi pemadaman. Saat ini jumlah personel gabungan untuk pemadaman berjumlah 1.512 orang dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan kementerian/lmebaga. Jumlah tersebut belum ditambah dari dukungan personel dunia usaha.

Sementara itu Data BPBD Provinsi Riau per hari ini (2/8) mencatat total luasan lahan terbakar sampai dengan 23 Juli 2019 berjumlah 4.041,94 ha, sedangkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) dalam kondisi baik hingga sedang. Gubernur Riau juga melaporkan bahwa saat ini masih dilakukan pemadaman di lokasi kebakaran, yaitu di Pelalawan, Siak, Indragiri Hilir dan Bengkalis.

Setelah melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimda, Doni melanjutkan peninjauan di wilayah Desa Sungai Tohor, Kabupaten Meranti dengan menggunakan helikopter.

Agus Wibowo
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB

Sumber:

https://www.facebook.com/265134686905181/posts/2392534094165219/

  Komentar untuk BNPB Ajak Pemerintah dan Masyarakat Hilangkan Asap di Riau

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  2. MOBIL TERTABRAK KERETA API DIPUCUK LAMONGAN

    Ulin Nuha  di  Pucuk, Lamongan  |  2 Jul 2020
  3. Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat Ibadah

    Hendra Gilang  di  Jakarta Pusat  |  1 Jul 2020
  4. Mengenal lebih dekat WARSIMAH GunungKetur Pakualaman di masa Covid-19

    E Ruslan  di  Pakualaman, Yogyakarta  |  29 Jun 2020

Komentar Terbanyak

  1. 2
    Komentar

    Pelatihan Kerja Gratis dari BAZNAS DKI

    Wiwin Anastasia  di  Jakarta Pusat  |  3 Jul 2020
  2. 1
    Komentar

    Pengumuman 20 Pemenang Survey COVID-19

    AtmaGo  di  Jakarta Pusat  |  4 Jul 2020
  3. 1
    Komentar

    Yuk Gunakan Kalkulator COVID19 Untuk Mengetahui Kondisi Kesehatanmu

    Muh Agung  di  Jakarta Barat  |  30 Jun 2020
  4. 1
    Komentar

    BLT DANA DESA TAHAP KE 2 DI DESA DADAPAN

    ahmad wahib  di  Solokuro, Lamongan  |  30 Jun 2020