BNN : Tatanga Palu Pusat Perdagangan Narkoba Terbesar di Sulteng

68014 medium post 72269 4c2b4401 f18e 4d4a b7e0 27351dcd2ca4 2019 07 27t08 01 20.386 08 00
Hasil rapat Badan Nasional Narkotika (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah dengan beberapa pihak terkait di kantor Camat Tatanga Palu, Jumat (26/7), terkait rencana operasi Tatanga Bersih dari Narkoba, terungkap bahwa Kecamatan Tatanga merupakan sentral perdagangan narkoba di Provinsi Sulawesi Tengah.
.
Kepala BNN Provinsi Sulteng, Brigjen Pol Suyono, mengatakan, dari pelaku yang berhasil ditangkap pihak berwajib di beberapa wilayah kabupaten di Sulteng, mengaku bahwa narkoba yang mereka dapatkan berasal dari wilayah Tatanga.
.
"Tatanga merupakan pusat perdagangan atau sentral pendistribusian narkoba terbesar di Sulteng. Karena dari pengakuan tersangka yang berhasil dibekuk, narkoba jenis sabu tersebut semuanya berasal dari wilayah Tatanga," kata Suyono.
Peredaran narkoba di Kota Palu kata Suyono, berdasarkan hasil pengungkapan beberapa kasus juga dikendalikan dari dalam Lapas di Kota Palu. .
"Rencanaya para bandar narkoba yang berada di Lapas kota Palu akan dipindahkan ke Nusakambangan, sehingga jaringannya bisa terputus," ujarnya.
Menurutnya, dari enam Kelurahan yang ada di Kecamatan Tatanga, Kelurahan Tavanjukalah yang sangat rawan. "Menjadi kurir narkoba di Kecamatan Tatanga sebanyak 400 orang. Sementara bandar narkoba 21 orang," kata Suyono.
.
Data dari intelejen lanjutnya, di Kelurahan Tavanjuka sendiri diindikasikan terdapat 25 rumah dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba. Begitupula dari beberapa kali penggerebekan oleh pihak Kepolisian, masyarakat Tavanjuka juga dianggap tidak kooperatif kepada pihak berwajib. "Dari pengakuan pihak berwajib dalam melakukan penggerebekan di Tavanjuka, mereka memukul tiang listrik dan melempari petugas dengan batu," ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga terungkap jumlah siswa sekolah menengah pertama yang menggunakan narkoba di wilayah kota Palu pada 2019. Menurut Suyono, sebanyak 167 siswa SMP terlibat narkoba. .
"Data ini masih untuk tingkat SMP. Bagaimana dengan SMA, mahasiswa dan masyarakat," kata Suyono.
Secara umum, pengguna narkoba di Sulteng sebanyak 36.495 orang. 4000 orang sudah dalam perawatan. Sementara yang belum dilakukan rehabilitasi kurang lebih 29.000.
sumber : kumparan
Sudah dilihat 36 kali

Komentar