Biduran: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

28 April 2019, 01:43 WIB
6 2 199
Gambar untuk Biduran: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Biduran, atau dalam istilah medis disebut urtikaria, adalah ruam kemerahan yang muncul pada kulit. Meskipun biduran sering dikaitkan dengan reaksi alergi, kondisi ini juga dapat dipicu oleh beberapa hal lain, seperti stres, efek samping obat, gigitan atau sengatan serangga, suhu dingin atau panas, dan infeksi.

Biduran merupakan salah satu masalah kesehatan kulit yang paling sering terjadi. Diperkirakan sekitar 20% orang dewasa pernah mengalami biduran, dan 15% di antaranya pernah mengalami biduran sejak masa kanak-kanak

Gejala Biduran
Biduran di kulit terlihat sebagai bercak-bercak, ruam, dan bentol-bentol yang terasa gatal. Bercak ini dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Biasanya gejala biduran muncul secara tiba-tiba, kemudian memudar dengan sendirinya dalam waktu sekitar 24 jam, dan tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun, penderita biduran sebaiknya meminta pertolongan medis apabila mengalami salah satu dari gejala berikut:

-Pusing
-Bengkak di area mata atau mulut
-Sesak napas
-Lemas

Gejala tersebut menandakan reaksi alergi yang parah dan memerlukan penanganan segera. Namun, jika rasa gatal yang dirasakan terkesan ringan, Anda dapat membantu mengurangi gejala biduran dengan beberapa perawatan di rumah.

Penanganan Biduran yang Dapat Dilakukan di Rumah

Jika biduran tidak disertai gejala lain dan gatal yang dirasakan tidak berat, Anda dapat meredakannya dengan beberapa perawatan berikut ini:

1. Jauhi faktor pemicu biduran
Langkah pencegahan dan perawatan terpenting pada biduran adalah mengetahui faktor pemicunya, dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan faktor tersebut.

Misalnya, jika biduran muncul setelah makan makanan tertentu, maka hindari mengonsumsi makanan tersebut. Atau jika biduran muncul saat stres, maka lakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

2. Gunakan kompres dingin
Menempelkan sesuatu yang dingin pada kulit Anda dapat membantu meringankan iritasi dan meredakan rasa gatal. Anda dapat menggunakan sebongkah es yang dilapisi dengan handuk dan menempelkannya ke daerah yang terasa gatal selama 10-15 menit. Ulangi hingga 4 kali dalam sehari.

3. Mandi dengan larutan anti gatal
Terdapat beberapa produk yang bisa Anda tambahkan ke bak mandi untuk membantu meredakan rasa gatal. Salah satunya adalah oatmeal (khusus dipasarkan sebagai produk oatmeal koloid untuk mandi) atau satu genggam soda kue.

Hindari produk perawatan kulit yang dapat menyebabkan iritasi. Beberapa jenis sabun, terutama yang mengandung pewangi, dapat membuat kulit kering dan menambah rasa gatal. Pastikan Anda menggunakan sabun khusus untuk kulit sensitif. Gunakan juga produk losion khusus untuk kulit sensitif, dan oleskan segera setelah mandi untuk membantu meringankan rasa gatal.

4. Jaga suasana sejuk
Suhu yang panas dapat membuat rasa gatal semakin parah. Kenakan pakaian yang tipis dan longgar, serta berbahan nyaman dan dapat menyerap keringat. Jaga suhu udara di dalam ruangan agar tetap sejuk dan nyaman.

Hindari duduk di bawah sinar matahari langsung atau mandi air panas, untuk mencegah kekambuhan biduran.

5. Mengonsumsi atau mengoleskan obat
Jika cara lain tidak efektif meredakan rasa gatal akibat biduran, Anda dapat mencoba menggunakan obat-obat antigatal yang dijual bebas, seperti obat golongan antihistamin dan losion kalamin.

Untuk biduran yang sangat luas dan sering kambuh, mungkin diperlukan obat resep dokter, seperti kortikosteroid dan obat penekan sistem kekebalan tubuh.

Langkah Pencegahan Biduran
Mengetahui dan menghindari apa yang menjadi pemicu rasa gatal di kulit merupakan kunci untuk mencegah kambuhnya biduran. Beberapa hal yang bisa memicu biduran adalah kontak dengan binatang, penggunaan parfum, suhu panas atau dingin, atau paparan bahan kimia tertentu.

Dalam banyak kasus, biduran disebabkan oleh makanan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegahnya adalah dengan membuat food diary. Catatan ini dapat membantu Anda mengingat makanan apa yang mungkin menyebabkan biduran. Beberapa obat juga dapat menimbulkan biduran, sehingga penting untuk mencatat obat dan suplemen apa saja yang Anda pakai sehari-hari.

Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala yang Anda alami terasa memburuk atau bertahan lebih lama dari beberapa hari, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Begitu pula jika faktor pemicu biduran tidak diketahui dengan jelas.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah dan tes alergi, untuk mengetahui pemicu biduran. Setelah diketahui, dokter akan memberikan catatan berupa hal apa saja yang perlu dihindari, dan meresepkan obat untuk mengobati biduran.

Ditulis oleh:

dr. Nadhira Nuraini Afifa

Sumber: Alodokter

  2 Komentar untuk Biduran: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar