BERMASALAH DENGAN MAJIKAN, RATUSAN TKI PLRT BERADA DI PENAMPUNGAN KBRI SINGAPURA

35704 medium post 44124 24e2ed9b 3ba6 4e17 8348 9c5a22a4ed1b 2018 10 14t09 25 08.415 07 00
Singapura dengan segala daya tariknya menjadi salah satu negara tujuan bagi tenaga kerja Indonesia, khususnya pekerja sektor informal atau penata laksana rumah tangga – PLRT yang saat ini mencapai ratusan ribu orang. Meski demikian, dari ratusan ribu PLRT atau yang biasa disebut pekerja rumah tangga itu selama bekerja juga tidak selalu mulus. Sebagian ada yang bermasalah dengan majikan. Bahkan, ada pula yang harus menjalani proses hukum karena tersangkut perkara pidana. Seperti yang dialami Fitnalola, ibu rumah tangga asal Indramayu, Jawa Barat yang mengalami kasus Disharmoni atau bermasalah dengan majikan. Saat ini Ia berada di Penampungan KBRI Singapura, menunggu proses proses penyelesaian persoalan yang tengah didahapinya. Kepada RRI, Jumát (12/10/2018) Fitnalola mengatakan, sudah 2 hari berada di penampungan KBRI Singapura ini atas persoalannya dengan sang majikan. Sementara itu Staf Konsuler Kedutaan Besar RI di Singapura Yulinur Rudi Purnadi mengatakan, setiap tahunnya kasusPLRT yang meminta perlindungan ke KBRI mencapai ribuan kasus. Yulinur menjelaskan, kebanyakan kasus yang dihadapi PLRT di singapura ini yaitu kasus ketidakcocokkan dengan manjikan. Ada juga kasus yang berhadapan dengan kepolisian seperti, korban pelecehan, penganiayaan, dan dituduh mencuri. Lebih lanjut Yulinur menjelaskan, setiap laporan yang masuk ke KBRI, semua diproses. Untuk kasus Disharmoni penyelesaian kasusnya bisa dilakukan kurang dari 21 hari. Sementara untuk kasus yang berhadapan dengan kepolisian, KBRI selalu berkoordinasi dengan Kepolisian Singapura. Yulinur berharap, calon TKI atau TKW yang berniat menjadi TKI/TKW ke Singapura pada khususnya untuk berangkat melalui jalur resmi, karena lebih terjamin dan terdata di KBRI Singapura. Jika sudah terdata di KBRI, akan dilindungu jika kedepan nantinya ada masalah yang dihadapi. (RRI)
Sudah dilihat 13 kali

Komentar