Berdayakan Potensi Desa, Warga Karangbinangun Lamongan ini Kembangkan Popcorn Sorgum dan Olahan Blewah

10 August 2019, 13:39 WIB
4 2 204
Gambar untuk Berdayakan Potensi Desa, Warga Karangbinangun Lamongan ini Kembangkan Popcorn Sorgum dan Olahan Blewah
Sorgum adalah bahan pangan urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan kedelai, yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

Sebuah desa di Kabupaten Lamongan, tepatnya Desa/Kecamatan Karangbinangun, berinisiatif mengembangkan produk olahan tanaman alternatif sorgum (Sorghum spp.) sebagai unggulan di musim kemarau.

Sugianto, Kepala Desa Karangbinangun, mengatakan inisiatif itu berawal saat sejumlah warganya mendapatkan pelatihan dari peserta KKN-BBM Universitas Islam Lamongan (Unisla) kelompok 24 beberapa waktu lalu. “Banyak ibu rumah tangga diberi pelatihan dari Unisla dan sorgum jadi unggulan desa. Hasilnya beragam penganan bisa dibuat sajian dari bahan sorgum, bisa popcorn sorgum, cookies sorgum, dan cendol sorgum,” ungkap Sugianto, Minggu (10/08/2019)

Lebih jauh Sugianto menjelaskan, sorgum menjadi komoditi tanaman yang banyak ditanam di Desa Karangbinangun. “Saya minta tanam sorgum, nanti BUMDes yang membeli. Kalau dirawat benar , setahun bisa dua kali panen dengan hasil lima ton per hektar,” jelasnya.

Tak hanya sorgum yang dikembangkan menjadi usaha ekonomi di desa tersebut, ada juga produk olahan blewah(Cucumis Melo) . “Ada sekitar 15 orang dengan produksi berbeda-beda, ada bandeng otak-otak, kemplang, telur asap, kerupuk, sari kedelai , popcorn dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Abdul Halim, Koordinator Desa KKN-BBM Unisla, Kelompok 24, menyebut, hasil panen sorgum di Desa Karangbinangun sangat melimpah. “Mengapa sorgum dan blewan, karena potensi dari Desa Karangbinangun ini ada sorgum dan blewah,” ujarnya.

Berangkat dari potensi yang ada di desa tersebut, Halim dan rekan-rekannya sesama peserta KKN kemudian memberdayakan ibu-ibu rumah tangga Desa Karangbinangun untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari mengolah sorgum dan blewah.

“Kita berpikir bagaimana caranya masyarakat sini bisa menikmati sorgum dan blewah meskipun tidak sedang musimnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, M Zamroni, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan menilai produk olahan sorgum dan blewah merupakan inovasi yang bisa menjadi produk unggulan.

“Kita ingin ada satu produk unggulan di setiap desa di Lamongan, One Village One Product. Jadi agar bisa menciptakan produk unggulan dari masing-masing desa,” ucapnya.

Sumber: https://faktualnews.co/2019/08/10/berdayakan-potensi-desa-warga-karangbinangun-lamongan-ini-kembangkan-popcorn-sorgum-dan-olahan-blewah/156485/amp/?__twitter_impression=true

  2 Komentar untuk Berdayakan Potensi Desa, Warga Karangbinangun Lamongan ini Kembangkan Popcorn Sorgum dan Olahan Blewah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar

Related Posts

Terbaru

Berita Warga
1 jam

Resep Cireng Bumbu Rujak

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Cicendo, Bandung Kota
Berita Warga
3 jam

Yuk Bantu Temukan Pak Rebo

𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Terpopuler

  1. SELAMAT KEPADA BUPATI LOMBOK UTARA

    @ichaq_rasyid  di  Praya, Lombok Tengah  |  12 Feb 2020
  2. Atraksi Teaterikal Peserta Karnaval Putri Mandalika 2020

    Zulkarna  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  14 Feb 2020
  3. KABID ILMATE PERINDUSTRIAN PROVINSI NTB KUNJUNGI PENGRAJIN ALAT PERTANIAN DI DUSUN BEREMBENG

    Lalu Iskandar  di  Jonggat, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  4. Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020

Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Bakesbangpoldagri: Banyak Wilayah di NTB Terpapar Narkoba

    Arianto  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  13 Feb 2020
  2. 4
    Komentar

    Jatuh Cinta Pada Menulis Hingga Menahodai Sebuah Komunitas

    Niya Kaniya  di  Kopang, Lombok Tengah  |  15 Feb 2020
  3. 4
    Komentar

    Kegiatan Aisyiyah Kec. Mergangsan meriah

    Rita Jatmikowati  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  14 Feb 2020
  4. 2
    Komentar

    Antara Nilai dan Nilai Nilai

    Muhammad Rizal Suryadin  di  Batukliang, Lombok Tengah  |  11 Feb 2020