Berbagi Inspirasi Lewat Novel Arsitek Kehidupan

69690 medium 68982369 2495657617157589 2706172603021656064 n
Berbagi adalah sesuatu yang mulia. Banyak cara untuk berbagi, salah satunya berbagi lewat tulisan. Ini juga yang sedang saya lakukan. Bisa melalui artikel, cerpen atau novel. Berawal dari coretan-coretan kecil dalam buku diary, saya bersyukur bisa membuatnya menjadi sebuah karya novel yang berjudul “Arsitek Kehidupan”. Semua itu karena motivasi dan inspirasi dari orang-orang terdekat yang memberi saran untuk mengabadikan menjadi sebuah buku. Bekerja sama dengan penerbit asal Kalimantan Selatan Karyapedia, akhirnya bulan Agustus 2019 ini bisa terbit.

Novel ini didedikasikan untuk pemuda. Pemuda mempunyai banyak potensi besar untuk membangun Indonesia dengan politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang sangat berkualitas. Biasanya pemuda itu tidak akan pernah menyerah ketika apa yang dilakukannya dinilai gagal. Justru pemuda akan semakin termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik, apalagi untuk Indonesia. Seperti halnya para ilmuwan yang berkali-kali gagal dalam melakukan percobaannya, namun mereka pantang menyerah dan tak pernah putus asa. Mereka terus melakukan percobaannya sampai akhirnya mereka berhasil. Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia. Dimana saja, di negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda. Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik.

Inilah sinopsis novel Arsitek Kehidupan:

Keinginan yang besar namun tidak disertai kemampuan yang besar, maka akan terjadi “kegalauan” yang luar biasa. Itulah yang terjadi pada Muhammad Yusuf Islam. Keadaan lingkungan yang kacau balau karena penggusuran dimana-mana, pola pikir masyarakat yang tumpul kebawah, membuat pemuda ini mempunyai mimpi untuk merubah keadaan di kecamatannya. Namun saat mencoba merubah keadaan kecamatannya, ia justru mengalami kegagalan-kegagalan pada saat memulai babak baru sebagai seorang mahasiswa. Bagaimana mungkin ia bisa merubah kecamatannya, kalau ia belum mampu merubah dirinya? Pertanyaan itulah yang membuatnya kian terpuruk. Tapi beruntunglah, ia mempunyai dua sahabat Abu dan Sigit yang selalu menjadi penyulut motivasi dan menguatkannya ketika ia hampir menyerah.

“Biarkan hidupmu bicara, lakukan saja yang kau bisa lakukan...”

Kata-kata itulah yang selalu Sigit proklamasikan kepada Yusuf dan Abu, untuk memberi semangat yang tiada batas. Kata-kata itu juga yang membuat mereka menempati kuadran hidup yang semakin tinggi. Mereka bersama-sama menjadi Arsitek Kehidupan yang mendesain kontruksi mimpi menjadi nyata.

Itulah sedikit cerita dan sinopsis dari buku perdana saya yang berjudul Arsitek Kehidupan. Saya berharap buku ini menjadi penyemangat saya untuk terus berkarya. Buat teman-teman yang tertarik untuk membacanya silahkan hubungi penerbit Karyapedia di nomor 0831-5010-1133 dengan harga 55k. Semoga karya ini bisa bermanfaat! #atmagobanten #arsitekkehidupan
Sudah dilihat 179 kali

Komentar