Bencana Yang Terjadi Di Kota Palu 28 September 2018

12 April 2019, 7:42
7 4 54
Nama saya Retno Tandi Rerung, anak ketiga dari Martinus bala palulungan dan Yuliana Tulak Rerung, tempat tinggal saya jln Miangas dekat jembatan gantung nunu.

Di bulan juli, puji Tuhan panitia Bible Camp SMAN 2 PALU, telah di bentuk dan saya adalah salah satunya saya di Percayakan sebagai Sie Kesehatan.
Sejak itu (dalam rangka persiapan Bible Camp) kami selalu latihan musik dan berdoa di menara Gbi Pondok Daut di Jln kihajar dewantara yang juga tempat tinggal ketua Bible Camp kami yaitu Juan Piere.

Bible Camp itu adalah kegiatan kegiatan tahunan yang di adakan oleh Persekutuan Pelajar Kristen SMAN 2 PALU Tujuan kegiatan ini diadakan tiap tahunnya adalah untuk menyambut siswa/i kristen yang baru masuk SMA dan membawa mereka lebih dalam mengenal Tuhan.

Tanggal 28 sep 2018, kegiatan bible camp dilaksanakan dan jumlah peserta 101 orang, dan panitianya 63 orang, guru pendamping 3 orang kegiatannya dilakukan dipusdiklat jono'oge, kabupaten sigi milik Gereja GPiD yang kamu sewa seharga 7 juta untuk 3 hari 2 malam dengan dana yang kami kumpulkan selama kurang lebih 2 bulan dengan cara menjual bazar, proposal dana, bantuan sekolah dll.

Pada tanggal 28 september, saya ditelfon oleh teman saya yang juga panitia bible camp (namanya agnes sie doa yang kini dia sudah tidak ada) dan saya segera ke kelasnya karna kita di beritahukan bahwa panitia dan peserta pulang cepat jam 09:00 dan ternyata kita tidak jadi pulang kita pulang ternyata sekitar jam 11:00 trus kami kembali ke kelas kita masing-masing

Sekitar jam 11:00 saya ditelfon lagi dengan agnes karna pagar sekolah sudah terbuka dan kami semua pulang untuk menyiapkan barang-barang yang akan kami bawa nanti.

Sekitar jam 12 siang kami kumpul di sekolah kembali untuk membuka kegiatan bible camp setelah itu kami berdoa.

Jam 13:30 saya dan semua peserta, panitia dan guru berangkat ke jono'oge menaiki bus yang lain menaiki mobil pribadi dan saya menaiki openkap untuk mengangkut kayu bakar yang nantinya mau di buatkan api ungun.

Sekitar jam 2 siang terjadi gempa pertama yang berkekuatan 5,8 RS, tapi waktu itu kami tidak rasakan karna kami sedang dalam perjalanan, kemudian sampai di tempat kegiatan kita langsung mulai sesi, kemudian sekitar jam 4 terjadi lagi gempa dengan kekuatan 5,0 SR yang berpusat di daerah donggala. Pada saat iti kita sedang berdoa, dan karena takut ada beberapa orang yang keluar.

Setelah keadaan mulai aman, kegiatan dilanjutkan. Dan sekitar jam 6, saat itu kami sudah selesai sesi dan akan melakukan pembagian kamar untuk peserta bible camp. Dan tepat pukul 18:06, terjadi gempa dengan kekuatan 7,4 SR dan pada saat itu semua keluar dari aula gedung itu.

Di samping gedung itu ada seperti kebun yang luas, saya lari ke kebun itu dan semua orang berusaha lari menyelamatkan diri, Dan pada saat itu saya hampir patah semangat, saya pikir saya tidak akan selamat dari tempat itu.


Keadaan gempa di tempat itu sangat parah, terjadi likuifaksi dimana lumpur dari bawah tanah berjalan, sehingga apapun yang ada di atas tanah itu berjalan, jadi semua gedung, tiang listrik, pohon, apapun yang berada di atas tanah itu bergerak.sempat saya mau merekam tapi teman2 menyuruh segera lari..

Dan setelah beberapa menit mencoba menyelamatkan diri, akhirnya tanah itu berhenti bergerak, dan tepat disamping kiri kami sudah mengalir air, tetapi puji Tuhan lumpur tempat kami berdiri tetap aman.

Setelah itu beberapa jam kemudian baru kami bisa keluar dari lumpur karna basarnas tidak bisa menolong kami, karna kami berada di tengah lumpur untung saja ada warga yang mau menolong kami dengan cara membuatkan kami jalan agar kami dapat keluar dari lumpur tersebut.

Setelah kami keluar dari lumpur tersebut kami jalan menuju dataran tinggi karna hari sudah malam jadi kami semua tidur di pinggir jalan raya, setelah itu kami bangun subuh sekitar jam 5 untuk melanjutkan perjalanan ke palu.

Dalam perjalanan cukup jauh saya di dapat oleh kakak saya dia sangat kawatir dengan keadaan saya saat itu, setalah itu saya pulang ke palu untuk bertemu dengan keluarga kecil saya.
#AtmaGo_goes_to_school
#Palu_bangkit
#SMA_02_Palu

  4 Komentar untuk Bencana Yang Terjadi Di Kota Palu 28 September 2018

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar