Belum Berakhir, Kota Bogor Masih Waspada Demam Berdarah

49382 medium kepala dinas kesehatan kota bogor  rubaeah
Oleh: Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM--Sepanjang Januari 2019 sebanyak 132 orang di Kota Bogor terjangkit virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan sebanyak tiga orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah mengatakan memasuki bulan Februari Kota Hujan tetap waspada terhadap serangan penyakit tidak menular tersebut.

\"Selama Februari masih waspada DBD, selama musim hujan kita terus masih waspada,\" ujar Rubaeah, Rabu (6/2/2019).

Dia mengatakan perlunya waspada sebab berdasarkan data Januari dan Februari merupakan puncak wabah DBD hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pasien yang terjangkit virus tersebut setiap tahunnya.

\"Angka tertinggi puncak DBD adalah bulan Januari dan Februari, setiap tahun sama polanya makanya masyarakat sudah kita ajak sejak mulai bulan Oktober dan November mulai bebersih Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),\" kata Rubaeah.

Dia menuturkan sebagai upaya untuk memberantas DBD, Gerakan Berantas Sarang Nyamuk (Gertak) dan PSN yang melibatkan masyarakat telah dicanangkan pada akhir pekan lalu dan akan terus dilanjutkan.

\"PSN dan Gertak akan terus kita koordinasikan dengan camat dan lurah, kemarin hari Jumat sudah dicanangkan oleh walikota dan akan dilakukan di kecamatan dan kelurahan,\" katanya.

Sementara hingga saat ini menurut Rubaeah pihaknya belum akan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap serangan DBD sebab peningkatan kasus yang ada dinilai belum signifikan.

\"Belum KLB, cuma kita siaga, mudahan-mudahan Februari berakhir musim hujan, sudah tidak pancaroba lagi dan masyarakat aktiv lakukan PSN, insyaallah bisa ditekan dan masyarakat pun jika ada warga yang menderita panas langsung diperiksa,\" tukas Rubaeah.
Sudah dilihat 66 kali

Komentar