BELATUNG DI PANTAI DEPOK YOGYAKARTA

39855 medium post 47275 9628ce62 1265 4df5 bc57 527b16bb0371 2018 11 20t20 42 14.690 07 00 39856 medium post 47275 640632ee a6ab 4eb9 a724 66213c79e939 2018 11 20t20 42 36.589 07 00 39857 medium post 47275 60dff2d9 30eb 4006 acf7 f507595baeb1 2018 11 20t20 42 41.320 07 00 39872 medium post 47275 db716948 ae89 46de aa7f 8741428a26a0 2018 11 21t07 01 04.751 07 00 39873 medium post 47275 728a3e54 5da6 4d9f 9470 e77800840d91 2018 11 21t07 01 09.322 07 00
Yogyakarta di hari libur, baik itu libur sekolah, libur nasional atau hari yang dikenal dengan HARPITNAS atau hari terjepit nasional begitu kelakar masyarakat tentang hari kerja yang ada diantara dua hari libur, Yogya pasti menjadi sangat ramai.

Layaknya sebuah kota wisata, Malioboro masih menjadi magnet para wisatawan.
Sudah bisa dipastikan lalu lintas menjadi padat merayap.

Bagi yang gerah dengan kemacetan, masih ada alternatif lain menikmati Yogyakarta hadiningrat, yaa.. berlibur ke arah selatan saja.

Dengan garis pantai yang cukup panjang, pesisir selatan Yogya menjadi tempat yang asyik untuk menghabiskan waktu.
Pantai-pantai membujur dari timur kebarat.
Dengan pemandangan yang berbeda pastinya.

Salah satunya pantai Depok. Pantai yang dikenal karena terdapat banyak nelayan disini. Dan juga terdapat TPI atau tempat pelelangan ikan.
Bagi yang ingin menikmati ikan segar atau sekedar melancong, pantai Depok tempatnya.
Kegiatan para nelayan menjadi pemandangan tersendiri.

Tapi kali ini Selasa, 20 November 2018 , pukul 7.00 WIB, ada yang berbeda, memasuki kawasan perahu nelayan, menyeruak aroma yang kurang sedap. Tetapi aktivitas berjalan seperti biasa.
Banyak pengunjung yang bermain ombak.
Juga perahu perahu yang berdatangan.

Setelah seksama mengamati, banyak tumpukan pasir disana sini, dan yang mengejutkan.. ada banyak belatung .

Memilih untuk menghindar, dan duduk menjauh ternyata ini adalah akibat dari ikan-ikan yang membusuk.

beberapa hari yang lau, ikan berlimpah dipantai ini.
para nelayan menyambut suka cita panen raya dengan berlayar bolak balik kelaut dari pagi hingga malam hari.
berkwintal ikan didapati.
Sampai pada tangkapan terakhir banyak yang sudah kelelahan dan membiarkan ikan membusuk.
Sebagian kemudian ada yang dibenamkan dipasir, tapi sebagian ditinggalkan begitu saja.

Ini akan berlalu seiring waktu, begitu ujar salah seorang nelayan.

Alam begitu baik menyediakan rezeki untuk kita, hingga kitapun terkadang kewalahan mengolahnya.
Mengingatkan kita semua betapa kayanya Sang Pencipta..

Semoga belatung segera berlalu, dan kita semakin bijak mengolah rejeki yang ada.
Dan pantai Depok kembali nyaman tanpa aroma yang kurang sedap dannn... tanpa belatung-belatung pastinya.



oleh
Miftah Bachria Saadah, koordinator PADI komunitas perempuan adiluhung diy
bergiat di KOSETA. koperasi seniman dan budayawan Jogjakarta

tidak hanya menulis di media sosial,
beberapa tulisannya ada di buku antologi kebangsaan bersama teman seniman dan budayawan.
juga ada di buku bunga rampai nya kominfo diy.

senang menulis dan membaca puisi.
beberapa puisinya juga dibacakan diberbagai event.
terdapat di buku puisi Senja bersastra, buku cindera kata untuk JIBB Jogjakarta international batik bienalle 2018
juga sebagai host radio di program radio koseta.
di BARA FM, salah satu radio di Diy

juga sebagai relawan satgas PPA perlindungan perempuan dan anak diy, dan koordinator satgas PPA Bantul




Sudah dilihat 590 kali

Komentar