Belajar dari Nokia

23 May 2019, 18:29 WIB
5 0 54
Gambar untuk Belajar dari Nokia
Halo halo, para pengguna atmago. Ada yang ngitung gak, udah hari keberapa puasa nih ?
Udah sebanyak apa amalan kebaikan yang kita lakukan ? Kira-kira apakah kita sudah melakukan perubahan ke arah lebih baik atau masih sama aja dengan sebelumnya ? Coba deh sama-sama kita tanya hati kita masing-masing, sudah ada perubahankah kita atau belum ?.
Sobat, jika kita merasa belum melakukan perubahan apapun pada diri kita, maka belum terlambat untuk memulainya saat ini. Karena sungguh, jika kita masih tetap memilih berdiam diri, sungguh kita adalah orang-orang yang merugi. Mari kita belajar dari NOKIA.
Dalam sejarah penggunaan handphone, tidak di sangkal lagi bahwa Nokia pernah menjadi "HP sejuta umat". Seiring berjalannya waktu, Nokia terpinggirkan dengan munculnya gadget yang disematkan beraneka ragam fitur yang lebih menarik. Ketika Nokia resmi mundur dari panggung bersejarah, CEO Nokia, Jorma Ollila, mengumumkan persetujuan akuisisi Microsoft terhadap Nokia. Saat konferensi pers itu, Ia mengatakan kalimat terakhir, "Kami tidak melakukan suatu kesalahan, tetapi saya tidak tau mengapa kami kalah". Kemudian, bersama-sama puluhan eksekutif Nokia yang merasakan kepedihan yang mendalam, mereka menitikan air mata.
Nokia merupakan perusahaan mengaggumkan. Nokia tidak melakukan sesuatu yang salah. Namun, dunia berubah terlalu cepat. Mereka terlena, terlewatkan belajar, terlewatkan perubahan, dan akhirnya kehilangan kesempatan. Mereka bukan saja melewatkan kesempatan untuk mencetak uang, tetapi kesempatan untuk bertahan hidup.
Hikmah yang bisa di ambil beberapa diantaranya adalah :
Waktu terus berjalan, belajarlah dari masa lalu, bersiaplah untuk masa depan, dan berikanlah yang terbaik untuk hari ini.
Tidak ada yang dapat memaksa kita untuk berubah dan maju, kecuali motivasi diri kita sendiri, bertekad kuat untuk maju, tekun dan cerdas untuk menghadapi tantangan.
Mengubah diri sendiri namanya kelahiran kembali, sedangkan diubah oleh orang lain namanya tersingkir.

Sumber : Menjadi Bijak & Bijaksana (Ibnu Basyar)
gambar hanya Ilustrasi.

  Komentar untuk Belajar dari Nokia

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!