Bekasi Lebih Dingin, Ini Penjelasan BMKG

67085 medium 56582 logo bmkg
Belakangan ini, cuaca Bekasi terasa lebih dingin dari biasanya pada malam hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun menjelaskan, minimnya awan saat musim kemarau menjadi penyebab mengapa Bekasi terasa lebih dingin.

"Sekarang lagi musim kemarau, kalau lagi kemarau itu awan-awan jarang artinya cukup teranglah clear tidak ada tutupan awan. Sehingga matahari menyoroti kita lebih cepat, ketika musim kamrau itu disiang hari terasa panas, namun demikian pada malam hari, dari bumi sendiri memberikan energi ke langit lebih cepat juga. Sehingga pada malam hari, akan lebih dingin ketika malam hari," ujar Kepala Subbidang Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi kepada wartawan, Rabu (17/6/2019).

Tak hanya Bekasi, Adi mengatakan penurunan suhu juga terjadi di wilayah Jabodetabek. Dia menjelaskan suhu normal Bekasi dan sekitarnya antara 26 hingga 30 derajat celcius. Adi pun memprediksi cuaca Bekasi dingin pada malam hari ini akan terjadi hingga September.

"Suhu minimal (Bekasi) 20-22 derajat. Nggak terlalu dingin-dingin banget, nggak kayak Dieng," katanya.

Sementara, Wakasatgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Karsono menyebut cuaca dingin di Bekasi mulai terasa dari sore hari pukul 17.00 WIB hingga pagi hari pukul 06.00 WIB. Selama bulan Juli ini, suhu terendah Bekasi jatuh pada Rabu, (10/7), yakni 21 derajat celcius.

"25 derajat (celcius) tadi pagi, (kelembapan) 50%, (kecepatan angin) 18,5 kilometer per jam," ujar Karsono.

"Ya tetap waspada dan jaga kesehatan karena perubahan cuaca tidak menentu, siang kadang rada panas tapi ada udara dinginnya. Waspada jaga kesehatan banyak minum air putih," lanjutnya. [Detik]
Sudah dilihat 189 kali

Komentar