Bekasi Akan Bangun Terminal Baru Tipe A Pertengahan Tahun

49438 medium 527164 650
Pemerintah Kota Bekasi akan membangun terminal tipe A di Jatiwarna, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sedang mempercepat proses serah terima lahan seluas 5 hektar dari pihak ketiga.

"Kami usahakan pertengahan tahun ini sudah dibangun oleh pemerintah pusat, Kami sedang percepat serah terima lahannya," ujar Kabid Perencanaan Tata Ruang, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Erwin Guwinda.

Menurut dia, dalam perencanaan tahun ini memang sudah ada skenario untuk membangun terminal tipe A. Untuk itu, Rabu (23/1) besok pihaknya akan rapat bersama dengan Kementerian Perhubungan. "Bila sudah terima, tahun ini sudah bisa dibangun terminal tipe A tersebut," katanya.

Meski demikian, pemerintah sedang mematangkan Feasibility Study (FS) atau kajian kelayakan. Sebab studi yang dimiliki sekarang masih menggunakan tahun 2010. Pemerintah daerah dan pusat segera membahasnya, apakah FS yang disiapkan pada tahun 2010 itu masih layak digunakan.

Kabid Prasarana Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Teguh Indrianto, menambahkan, FS itu belum bisa dipastikan masih layak digunakan atau tidak. Untuk itu, perlu adanya pematangan kajian dari pemerintah pusat. Sedangkan terkait serah terima lahan dari pengembang, ia melihat sepertinya tidak menemukan kendala.

"Pemerintah daerah tengah berkomunikasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait kelayakan kajian tersebut. Karena studi kelayakan itu berlangsung selama tiga bulan," katanya.

Apabila kajian itu dinyatakan tidak layak, kata Teguh, maka mau tidak mau pihaknya harus melakukan FS kembali. Kemungkinan FS baru bisa dibiayai tahun anggaran perubahan 2019. Sebab, dalam APBD murni tahun ini, tidak ada pagu anggaran tersebut. Kecuali, BPTJ memiliki anggaran untuk melakukan kajian tersebut.

Menurut dia, terminal baru tersebut sudah mendesak. Sebab terminal yang berada di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, dinilai sudah tidak layak. Walaupun dipaksakan untuk dibangun secara vertikal, maka anggarannya sangat besar. "Lebih mahal ketimbang membangun terminal baru. Mendingan dibangun terminal baru," tegasnya.

Saat ini banyak kendaraan yang tidak bisa masuk ke dalam terminal lantaran keterbatasan lahan. Lahan seluas 1,3 seharusnya masuk tipe B, akan tetapi karena angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) diperbolehkan masuk, maka tipenya menjadi A. [sindonews]
Sudah dilihat 89 kali

Komentar